Perhitungan Upah Lembur Sesuai Undang Undang

12 Aug 2019 | Absensi | Lembur

Saat ini kita berada di momen industry 4.0 yang mana sebagai pekerja, tak terlepas dari kegiatan yang bernama lembur. Banyak hal yang mempengaruhi pekerja harus melaksanakan lembur, diantaranya beban pekerjaan yang menumpuk ataupun karena kebutuhan target produksi.

Lalu bagaimana perhitungan lembur sesuai Undang - Undang?

Pemerintah berusaha mensejahterakan pekerja, tak terkecuali mengatur peraturan tentang perhitungan upah lembur. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Kemenkertrans No. 102/Men/VI/2004 Pasal 11, bahwa perhitungan upah lembur dibagi menjadi dua yaitu:

  • Upah lembur di hari kerja
  • Upah lembur di hari libur

Dan untuk karyawan dengan jadwal 5 hari seminggu dan jadwal 6 hari seminggu juga berbeda ketika hari kerja dan hari libur. Yuk kita simak penjelasannya:

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja maka:

Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;

Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:

Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.

Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek maka:

perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka:

perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

Selanjutnya pada Peraturan Kemenkertrans No. 102/Men/VI/2004 Pasal 8 Ayat 2, untuk perhitungan Upah per jam adalah 1/173 kali per upah sebulan. Berikut ini contoh perhitungannya:

Gaji Pokok Karyawan A sebesar 3,800,000. Karyawan A melakukan lembur selama 4 jam setelah jam kerja pada hari kerja normal. Jam kerja karyawan tersebut 08:00 – 16:00 (7 jam perhari dan 6 hari seminggu). Maka berapa lembur yang diterima A?

Perhitungan Upah Per Jam


Detail Perhitungan


Gaji Pokok Karyawan B adalah 3,600,000. Karyawan B melakukan lembur selama 12 jam (belum termasuk istirahat 1 jam) di hari Minggu. Dan jadwal kerja karyawan tersebut adalah 5 hari dalam satu minggu (Senin – Jumat). Maka upah lembur yang terima adalah:

Total Jam Lembur = 12 Jam – 1 jam istirahat = 11 Jam

Perhitungan Upah Per Jam


Detail Perhitungan


Nah maka berdasarkan contoh perhitungan di atas, akan lebih mudah, cepat dan akurat apabila menggunakan software payroll yaitu Sigma HRIS , Sigma HRIS akan membantu Anda menghitung secara otomatis lembur yang didapatkan oleh karyawan. Yuk tunggu apalagi, pakai Sigma HRIS sekarang !


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories