Tunjangan Transportasi Karyawan

08 Apr 2019 | Payroll | Perhitungan Gaji

Tunjangan Transportasi Karyawan - Umumnya setiap hari karyawan bekerja dari rumah ke kantor/pabrik membutuhkan waktu dan biaya transportasi baik melalui kendaraan pribadi ataupun transportasi umum. Sebagian perusahaan ada yang memberikan yang transport ada yang tidak. Bagi yang memberikan uang transpor ada yang tetap nilainya dan ada yang tidak tetap ( tergantung kondisi hadir dan sebagainya).

Mengutip surat edaran menteri tenaga kerja Nomor: SE-07/MEN/1990 tentang pengelompokan upah:

” Tunjangan Tidak Tetap: adalah suatu pembayaran secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja, yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Transport yang didasarkan pada kehadiran, Tunjangan Makan dapat dimasukkan ke dalam tunjangan tidak tetap apabila tunjangan tersebut diberikan atas dasar kehadiran (pemberian tunjangan biasa dalam bentuk uang atau fasilitas makan).” 

Sedangkan Fasilitas yang dimaksud adalah “kenikmatan dalam bentuk nyata/nature yang diberikan perusahaan oleh karena hal-hal yang bersifat khusus atau untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, seperti fasilitas kendaraan (antar jemput pekerja atau lainnya); pemberian makan secara cuma-cuma; sarana ibadah; tempat penitipan bayi; koperasi; kantin dan lain-lain.” 

Berdasarkan informasi tersebut, dapat dikatakan tunjangan transportasi bisa masuk ke kategori tunjangan tidak tetap bila nilainya menghitung dari jumlah kehadiran karyawan. Setiap bulan penggajian jumlah yang didapatkan dari tunjangan transportasi bisa saja tidak selalu sama atau berubah-ubah. Beda halnya apabila nilai tunjangan transportasi selalu tetap, tidak melihat variabel kehadiran. Sehingga setiap bulannya karyawan mendapatkan nilai yang sama.

Contoh tunjangan transportasi karyawan:

Skema A adalah contoh   tunjangan transportasi karyawan yang bersifat tetap. Karyawan akan menerima jumlah yang sama setiap bulan tidak peduli apakah ada ketidakhadiran di bulan tersebut.

Sedangkan skema B adalah contoh tunjangan transportasi karyawan yang tidak tetap, misal di Januari karyawan B hadir 18 kali dalam sebulan. Maka 18 * 12,000 = 216,000.

Pada bulan Juni Karyawan B masuk 15 hari (tidak hadir 1 hari), maka 15* 12,000=180,000


Untuk menghitung tunjangan transportasi karyawan baik tetap maupun tidak tetap sangat mudah  bila dilakukan secara otomatis menggunakan software payroll. Sigma HRIS merupakan software HRIS Indonesia yang mampu menghitung formula tunjangan transportasi secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda.


Sumber:

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor: Se-07/Men/1990

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories