Manfaat Penghargaan dan Surat Peringatan Bagi Karyawan

27 May 2019 | Human Resources | Karyawan

Setiap individu diberikan sifat dan keahlian yang berbeda-beda. Dalam perusahaan yang terdiri atas banyak karyawan tentulah hal ini akan menjadi PR bagi bagian HRD, atasan dan juga kondisi lingkungan dan budaya perusahaan untuk membentuk individu karyawan yang baik. Masing-masing karyawan dituntut harus memberikan kinerja terbaik dan juga dapat beradaptasi dengan budaya perusahaan. Dalam proses adaptasi tersebut, tak jarang akan menemukan kelakuan karyawan yang “nyeleneh” dan ada pula yang berprestasi seperti layaknya dua sisi mata uang. Maka perusahaan sering kali akan menyikapinya dengan memberikan surat peringatan untuk karyawan yang melanggar peraturan dan akan memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi.

Penghargaan

Untuk karyawan yang berprestasi biasanya perusahaan akan memberikan penghargaan, tidak hanya sebagai bentuk apresiasi namun juga sebagai motivasi untuk seluruh karyawan. Adanya penghargaan akan membuat karyawan lebih produktif dan merasa dihargai oleh perusahaan. Penghargaan yang diberikan dapat bermacam-macam bentuknya ada yang berupa piagam, bonus bahkan promosi jabatan. Kadang kala ada juga bentuk penghargaan yang menempatkan foto karyawan yang paling berprestasi sehingga bisa menjadi panutan bagi karyawan lainnya.

Surat Peringatan

Untuk karyawan yang melanggar peraturan, pemerintah telah menghimbau berdasarkan Undang - Undang Ketenagakerjaan Pasal 161, yang berbunyi:

(1) Dalam hal pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja/buruh yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut.

(2) Surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan, kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Baik Pemerintah maupun perusahaan juga sebisa mungkin menghindari adanya perusahaan yang semena-mena terhadap pekerja dan melakukan PHK merupakan keputusan yang paling akhir yang sebisa mungkin tidak dilakukan oleh perusahaan, seperti pada Undang - Undang Ketenagakerjaan Pasal 151 Ayat 1 yaitu :

Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).  Jika sangat terpaksa dan perlu melakukan adanya PHK maka, hak karyawan juga perlu diperhatikan seperti yang sudah tertulis di UU dengan detail di sini. Tujuan adanya Surat Peringatan tidak hanya untuk memberikan efek jera namun juga tujuan utamanya yaitu sebagai pembinaan kepada karyawan.

Maka perlu adanya pemberian penghargaan dan surat peringan dengan manfaat yang sudah dijelaskan di atas. Perusahaan harus memandang karyawan sebagai bagian dari aset dan sangat disayangkan jika aset yang berharga harus hilang dikarenakan karena kurangnya penghargaan dari perusahaan. Surat peringatan juga sangat diperlukan untuk melakukan pembinaan kepada karyawan agar karyawan bisa bekerja lebih baik dan lebih produktif lagi. Untuk itu diperlukan adanya software hris yaitu Sigma HRIS untuk membantu Anda melakukan penilaian terhadap karyawan.


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories