Perhitungan Prorata BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Baru

09 Apr 2019 | BPJS | BPJS Ketenagakerjaan

Perhitungan Prorata BPJS Ketenagakerjaan Karyawan Baru - BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang tidak asing dikalangan pekerja di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua atau yang saat ini dikenal dengan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan dasar untuk memenuhi kebutuhan minimal bagi tenaga kerja dan keluarganya, dengan memberikan kepastian berlangsungnya arus penerimaan penghasilan keluarga sebagai pengganti sebagian atau seluruhnya penghasilan yang hilang, akibat risiko sosial. Program BPJS Ketenagakerjaan saat ini tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja dan pengusaha saja, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Nominal besaran iuran yang harus dibayarkan oleh perusahaan disesuaikan dengan upah karyawan, yaitu jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap (berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2015 Pasal 17) dan untuk detail perhitungannya, dapat dilihat di sini. Kemudian perusahaan akan membayarkan iuran setiap bulannya paling lambat pada tanggal 15 pada bulan berikutnya dengan melampirkan data kepesertaan dan data pendukung lainnya. Dan jika tanggal 15 jatuh pada hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja berikutnya.

Pada setiap bulan berjalan, HRD & Payroll sudah terbiasa dengan adanya karyawan baru dan juga karyawan resign. Biasanya pada setiap bulan HRD & Payroll harus melaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk daftar karyawan termasuk yang baru masuk dan juga resign.

Lalu bagaimana dengan iuran karyawan baru atau karyawan resign yang masuk kerja atau resign di pertengahan bulan yang tidak menerima upah secara penuh?

Mengenai hal ini, maka nantinya untuk pemotongan karyawan baru dan karyawan resign dapat disesuaikan dengan PKB yang telah disepakati antara perusahaan dan juga karyawan, apakah dihitung menggunakan dasar perhitungan upah penuh atau upah prorata. Dikarenakan dalam peraturan memang tidak dijelaskan secara rinci. Untuk perhitungan BPJS Ketenagakerjaan menggunakan dasar perhitungan upah penuh, bisa dicek disini. Kemudian berikut ini contoh perhitungan BPJS Ketenagakerjaan menggunakan upah prorata :

Detail Perhitungan Karyawan A :

Detail Perhitungan Karyawan B :

Jika perusahaan menghitung BPJS Ketenagakerjaan dengan upah prorata seperti contoh diatas, maka bagian HRD & Payroll perlu melaporkan adanya perubahan upah sesuai dengan PP Nomor 46 Tahun 2015 Pasal 10. Kemudian, jika karyawan resign ingin mencairkan BPJS Ketenagakerjaannya bisa dicek disini untuk cara pencairannya. Dan untuk mempermudah perhitungan BPJS Ketenagakerjaan, Anda dapat menggunakan Sigma HRIS yang merupakan salah satu produk software payroll Indonesia sehingga pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bisa terhitung secara otomatis.

 

Sumber :

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua
  2. Website BPJS Ketenagakerjaan www.bpjsketenagakerjaan.go.id
  

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories