Pajak THR Lebih Besar Daripada Pajak Gaji?

21 May 2019 | Payroll | THR

Pajak THR Lebih Besar dari Pajak Gaji? - Periode pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) merupakan saat-saat yang selalu dinantikan oleh tiap karyawan. THR merupakan tambahan penghasilan dan biasanya akan digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan pada saat hari raya dan termasuk persiapan mudik ke kampung halaman. Untuk 6 poin penting peraturan THR yang wajib kita ketahui sebelumnya bisa dicek disini. Tapi sayangnya sering kali karyawan merasa “sakit hati” setelah mengetahui besarnya nilai pajak yang harus ditanggung atas THR tersebut. Namun jangan berkecil hati, rasa “sakit hati” karyawan bisa sedikit terobati jika mengetahui penyebab besarnya nilai pajak THR.

Sebelumnya, kita perlu mengetahui secara umum ada 2 jenis penghasilan karyawan, yaitu:

  1. Penghasilan Bersifat Teratur
    Penghasilan bagi Pegawai Tetap berupa gaji atau upah, segala macam tunjangan, dan imbalan yang diberikan secara periodik berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh memberi kerja, dimana termasuk uang lembur.

  2. Penghasilan Bersifat Tidak Teratur
    Penghasilan bagi Pegawai Tetap selain penghasilan yang bersifat teratur, yang diterima sekali dalam satu tahun atau periode lainnya, antara lain seperti bonus, THR (Tunjangan Hari Raya), jasa produksi, tantiem, gratifikasi, atau imbalan jenis lainnya sesuai dengan PER-31/PJ/2012 Pasal 1 Ayat 15 dan 16

Nah, sampai di sini sudah jelas bahwa THR merupakan penghasilan tidak teratur, namun mengapa nilai pajaknya lebih besar dibandingkan dengan nilai pajak penghasilan tetap yang bersifat teratur ?

Berdasarkan PER-31/PJ/2012 Pasal 14 Ayat 2a dan b, nilai pajak atas THR lebih besar karena perhitungan atas Pendapatan Bersifat Tidak Teratur tidak disetahunkan. Untuk lebih lengkapnya berikut ini bunyi pasal tersebut :

“a. Perkiraan atas penghasilan yang bersifat teratur adalah jumlah penghasilan teratur dalam 1 (satu) bukan dikalikan 12 (dua belas);”

“b. Dalam hal terdapat tambahan penghasilan yang bersifat tidak teratur maka perkiraan penghasilan yang akan diperoleh selama 1 (satu) tahun adalah sebesar jumlah pada huruf a ditambah dengan jumlah penghasilan yang bersifat tidak teratur.”

Contoh kasus sebagai berikut:

Roy adalah seorang karyawan yang bekerja di PT. XYZ dengan nilai gaji pokok Rp 9.700.000 dan tunjangan jabatan Rp 500.000. untuk menyambut hari raya, Roy menerima THR sebesar 1 kali upah. Roy berstatus lajang dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan dan juga Kesehatan. Maka berapakah PPh21 yang harus dibayarkan oleh Roy ?

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan



Perhitungan BPJS Kesehatan



PPh21 atas Penghasilan Teratur (Gaji)



PPh21 atas Penghasilan Tidak Teratur (THR)



*PTKP orang pribadi Lajang Rp 54,000,000 setahun

**Nilai pajak setahun adalah PTKP dikalikan dengan tarif

Tarif Perhitung Pajak (Mempunyai NPWP)



Maka sebagaimana yang kita ketahui bersama, gaji merupakan penghasilan yang diterima setiap bulan, sedangkan tarif pada tabel di atas merupakan tarif untuk penghasilan satu tahun. Oleh karena itu untuk menghitung nilai PPh21 gaji atau pendapatan teratur lainnya perlu di setahunkan atau dikalikan 12 (dua belas) terlebih dahulu agar bisa dikalkulasikan dengan tabel di atas. Sementara itu THR merupakan penghasilan bersifat tidak teratur yang diterima setahun sekali, sehingga untuk menghitung nilai PPh nya tidak perlu disetahunkan. Dengan demikian maka dibutuhkan Software HRIS untuk membantu Anda menghitung tidak hanya komponen penghasilan teratur dan tidak teratur tetapi juga termasuk menghitung secara otomatis PPh21 karyawan.


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories