Ketahuilah Berbagai Jenis Cuti Sesuai Undang-Undang

14 Oct 2019 | Absensi | Cuti


Hubungan antara pekerja dan pengusaha yang baik merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan suksesnya suatu perusahaan. Pengusaha berharap pekerja dapat memberikan kinerja yang terbaik, dan pekerja mengharapkan diperhatikan dan ditingkatkan taraf hidup serta kesejahteraannya. Salah satunya dengan pengusaha memberikan hak pekerja berupa cuti. Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 perusahaan wajib memberikan cuti kepada pekerjanya. Dan Anda perlu mengetahui, cuti apa saja yang berhak didapatkan pekerja berdasarkan undang-undang. Berikut ini infonya :

1.     Cuti tahunan

Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat 2c, perusahaan wajib memberikan cuti tahunan. Cuti tahunan yang diberikan sebanyak 12 hari bagi pekerja yang sudah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Namun bagi Anda yang masih menjadi karyawan baru atau belum memiliki masa kerja 12 bulan, maka coba review kembali perjanjian kerja anda. Karena cuti tahunan ini juga disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja yang biasanya tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama. Untuk metode perhitungannya pun terdiri atas beberapa metode yang Anda bisa lihat di sini. Dan jangan lupa cuti tahunan juga memiliki batas waktu lho, maka pastikan Anda mengetahui kapan cuti tahunan Anda akan berakhir.

2.     Cuti sakit

Apabila pekerja mengalami sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya maka perusahaan wajib memberikan cuti sakit, seperti yang tertuang dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayat 2a. Namun, pada umumnya perusahaan akan meminta surat dokter sebagai persyaratan cuti sakit tersebut. Bagi pekerja perempuan juga berhak mendapatkan cuti haid apabila sudah tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama yang sudah disepakati sebelumnya.

3.     Cuti besar

Cuti besar atau biasa dikenal dengan cuti istirahat panjang dan berdasarkan masa kerja tertentu. Umumnya cuti ini berlaku untuk pekerja yang sudah mencapai masa kerja 7 tahun dan 8 tahun kemudian kelipatan masa kerja 6 tahun berikutnya. Cuti besar ini biasa diberikan sebanyak 2 bulan pada tahun ke tujuh dan 1 bulan untuk tahun ke 8. Seperti yang sudah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2013 Pasal 79 Ayat 2d dan untuk detail perhitungan cuti besar, Anda bisa cek di sini.

4.     Cuti bersama

Cuti bersama sering ditemui menjelang hari raya Idul Fitri atau hari raya Natal setiap tahunnya. Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang dilakukan bersama-sama. Pekerja yang melaksanakan cuti bersama sesuai dengan SKB Menteri maka hak cuti bersamanya diambil dan mengurangi hak cuti tahunan pekerja tersebut. Oleh karena itu cuti bersama bersifat pilihan/fakultatif sehingga pelaksaannya diatur sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja dan biasanya disesuaikan juga dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan (Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE 302/MEN/SJ-HK/XII/2010 Tahun 2010).

5.     Cuti hamil

Cuti Melahirkan merupakan salah satu hak yang didapatkan oleh pekerja perempuan. Undang-undang sudah mengatur ketentuan tentang cuti melahirkan pada UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 82 Tentang Ketenagakerjaan. Yang mana disebutkan bahwa pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan sesuai dengan berhitungan menurut dokter kandungan atau bidan. Dan jika pekerja perempuan ada yang mengalami keguguran maka dia berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan atau disesuaikan dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

6.     Cuti Penting

Cuti penting atau biasa disebut cuti khusus merupakan jenis cuti yang dibahas juga dalam pada UU No. 13 Tahun 2003 yaitu pasal 93 Ayat 4. Di mana disebutkan dengan detail cuti - cuti khusus di bawah ini:

a.     Pekerja menikah: 3 hari

b.     Menikahkan anak: 2 hari

c.     Mengkhitankan anak: 2 hari

d.     Membaptiskan anak: 2 hari

e.     Istri melahirkan atau keguguran: 2 hari

f.      Suami/istri, orang tua/mertua, atau anak/menantu meninggal dunia: 2 hari

g.     Anggota keluarga dalam 1 rumah meninggal dunia: 1 hari

Dengan banyaknya jenis cuti di atas, maka sebaiknya bagian HRD atau Payroll di perusahaan Anda sudah menggunakan software hris yaitu Sigma HRIS. Dengan Sigma HRIS maka akan membantu Anda untuk melakukan permintaan cuti dari mana saja dan kapan saja, serta bisa langsung mengetahui sisa jatah cuti dan kapan masa berakhirnya. Sehingga tidak perlu lagi menanyakan kepada pihak HRD kan?

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories