Hak Cuti Untuk Karyawan Baru

10 May 2019 | Absensi | Cuti

Hak Cuti Untuk Karyawan Baru - Setiap tahun pemerintah telah menetapkan peraturan untuk cuti bersama dan juga hari libur nasional. Dimana pasti ada saja terjadi “hari kejepit nasional”. Hari tersebut banyak disambut baik oleh seluruh pekerja, namun banyak pula pekerja yang gigit jari. Dikarenakan banyak pula diantara mereka yang masih pegawai baru di perusahaannya dan belum mendapatkan hak cuti.

Namun sebenarnya bagaimanakah hak cuti untuk karyawan baru?

Peraturan Cuti Tahunan

Hak cuti karyawan di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan tentang hak cuti tahunan karyawan. Dalam pasal 79 ayat 2 UU Nomor 13 tersebut, karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari, dengan syarat bahwa karyawan tersebut sudah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan lamanya di perusahaan itu.

Maka untuk karyawan yang belum mencapai masa kerja 1 tahun atau 12 bulan akan disesuaikan kembali dengan kebijakan perusahaan.

Pemerintah tidak melarang jika memang perusahaan dapat memberikan cuti yang lebih baik bagi karyawannya. Mengingat dalam UU juga tidak secara rinci menjelaskan metode perhitungan cuti yang didapatkan karyawan. Ada cuti tahunan yang muncul di bulan tertentu setiap tahunnya, ada yang muncul setiap bulan atau ada juga yang muncul jatah cuti ketika memasuki masa ulang tahun kerja, hal ini biasanya sudah tertuang dalam kesepakatan yang telah disepakati bersama. Kemudian masa berlaku cuti tahunan juga tidak secara rinci dijelaskan namun disesuaikan dengan kebijakan yang ada di masing-masing perusahaan yang telah disepakati dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Hak Cuti Khusus

Jangan berkecil hati untuk pegawai baru yang belum mendapatkan cuti tahunan. Berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 Pasal 93 Ayat 4, sudah mengatur cuti khusus bagi karyawan, yaitu :

  1. Cuti Menikah selama 3 hari
  2. Cuti Menikahkan Anak selama 2 hari
  3. Cuti Khitan Anak selama 2 hari
  4. Cuti Baptis Anak selama 2 hari
  5. Cuti Istri Melahirkan atau Keguguran selama 2 hari
  6. Cuti Anggota Keluarga Meninggal Dunia (Suami/Istri/Orang Tua/Mertua/Anak/Menantu) selama 2 hari
  7. Cuti Anggota Keluarga Meninggal Dunia Dalam Satu Rumah selama 1 hari

Dan bagi para pekerja yang sudah akan merencanakan cuti untuk liburan ataupun sudah membeli tiket ke destinasi wisata tertentu, biasanya sudah terlebih dahulu bernegosiasi di awal ketika akan masuk di suatu perusahaan. Kadang kala hal tersebut juga menjadi pertimbangan untuk perusahaan dan disesuaikan dengan kebijakan, tak jarang bahwa permintaan tersebut dikabulkan oleh pihak perusahaan.

Manfaat Cuti

Untuk karyawan baru banyak pula yang melakukan negosiasi sebelumnya, bahwa setelah masuk ke perusahaan tersebut meminta ijin dengan syarat-syarat tertentu, hal ini banyak terjadi dan disesuaikan kembali dengan kebijakan perusahaan. Dikarenakan adanya kebutuhan karyawan akan cuti yang tidak hanya berdampak pada karyawan tersebut tapi juga perusahaan. Salah satu manfaat cuti yaitu dapat menghilangkan jenuh dan stres. Dengan penggunaan cuti yang efektif maka ketika karyawan sudah masuk kerja kembali dan menjalankan aktivitas pekerjaannya maka nantinya akan memunculkan ide dan inspirasi baru bagi karyawan. Ide dan inspirasi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja.

Dengan era industry 4.0 saat ini maka sangat dibutuhkan software hr Sigma HRIS untuk mengolah dan memeriksa data cuti karyawan, entah itu karyawan baru ataupun karyawan lama di perusahaan Anda.
 

Sumber :

Undang Undang No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories