Apakah Wajib Membayar Sisa Cuti Karyawan?

17 Oct 2019 | Absensi | Cuti

Apakah Wajib Membayar Sisa Cuti Karyawan? - Sebagai pekerja, kita pasti tidak asing dengan istilah Cuti. Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada para pekerjanya dan sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2013. Banyak hal yang bisa dibahas dari hak karyawan yang biasanya muncul di tiap tahun ini.
Termasuk salah satunya adalah apakah perusahaan berkewajiban untuk membayar sisa cuti karyawan?

Persyaratan & Masa Berlaku Cuti Tahunan

Sesuai dengan UU No 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa karyawan berhak memperoleh cuti sedikitnya 12 hari, dengan syarat bahwa karyawan tersebut sudah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan di perusahaan tersebut. Pada peraturan tersebut juga tidak dibedakan cuti untuk karyawan PKWT ataupun karyawan PKWTT dan juga tidak dijelaskan secara rinci perhitungan cuti tahunan tersebut, maka hak cuti tahunan ini sifatnya wajib diberikan oleh pihak pengusaha dan masa berlaku cuti tahunan dapat diatur sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan melalui perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang telah disepakati.

Manfaat Cuti

Banyak yang menganggap remeh pentingnya cuti bagi karyawan, padahal dalam cuti terdapat berbagai manfaat dan manfaat ini tidak hanya bagi karyawan tetapi bagi perusahaan juga. Di antaranya dengan adanya cuti tahunan, pekerja dapat menghilangkan jenuh dan stres. Selain itu, penggunaan cuti yang efektif dapat memberikan ide dan inspirasi baru dari karyawan ketika mereka kembali bekerja. Ide dan inspirasi baru tersebut tentu diharapkan mampu meningkatkan kinerja karyawan.

Sisa Cuti Karyawan

Banyak karyawan yang menyimpan cutinya dan akan digunakan pada saat menyambut hari raya. Biasanya di hari raya lebaran ataupun hari raya natal. Umumnya para pekerja akan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Maka lumrah terjadi cuti tahunan sebelum akhir tahun. Sehingga terdapat kebutuhan software hr ataupun software hris untuk mengolah data cuti karyawan dan menampilkan sisa cuti karyawan baik melalui browser atau pun handphone. Ada pula karyawan yang menyimpan sisa cutinya karena lebih memilih akan diuangkan. Nah untuk pembayaran sisa cuti ketika karyawan keluar dari perusahaan, juga sudah diatur dalam UU No 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 4a.

Karena cuti merupakan salah satu komponen dalam uang pergantian hak apabila karyawan keluar dari perusahaan, maka berdasarkan peraturan tersebut perusahaan berkewajiban untuk memberikan sisa cuti yang belum diambil dan masih berlaku/belum gugur.

Untuk mempermudah bagian HRD & payroll untuk menghitung pembayaran sisa cuti karyawan sebaiknya menggunakan Sigma HRIS agar dapat menghitung secara otomatis, cepat, tepat dan juga akurat. Sedangkan untuk karyawan aktif, disesuaikan kembali dengan kebijakan dan kesepakatan yang telah disetujui pihak pekerja dan pihak perusahaan.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories