Yuk Kenali Status dan Sistem Kepegawaian

12 Nov 2019 | Human Resources | Organisasi

Yuk Kenali Status dan Sistem Kepegawaian - Sebagai seorang Personalia, HR atau Staff Sumber Daya Manusia (SDM), kita dituntut agar dapat merencanakan, menganalisa dan mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan secara optimal. Di era yang serba cepat ini setiap bagian baik HR maupun karyawan perlu mengembangkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas kerja. Ketika semua bagian telah bekerja secara optimal maka akan berdampak terhadap meningkatnya daya saing perusahaan dan tentunya juga akan berdampak positif untuk perusahaan.

Salah satu yang kita bahas kali ini adalah mengenai status pegawai dan sistem kepegawaian. Untuk pembahasan mengenai upah pegawai dapat dicek juga di link berikut : klik disini

Berikut beberapa jenis status karyawan:

  1. Karyawan Percobaan
    Karyawan percobaan biasanya adalah karyawan baru, dan kedudukan karyawan percobaan dapat dibilang lemah di perusahaan. Apabila karyawan percobaan melakukan kesalahan, perusahaan bisa saja langsung memutuskan hubungan kerja, tetapi jika performa karyawan tersebut baik maka perusahaan akan melanjutkan karyawan tersebut hingga akhir masa percobaan ataupun diangkat menjadi karyawan tetap.
    Dasar hukum tentang karyawan percobaan dibahas di Pasal 58 UU Ketenagakerjaan yakni:
    (1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja.
    (2) Dalam hal disyaratkan masa percobaan kerja dalam perjanjian kerja sebagaimana dimaksud dalam
    ayat (1), masa percobaan kerja yang disyaratkan batal demi hukum.
  2. Karyawan Harian
    Karyawan harian adalah karyawan yang dibayar satu hari sekali, dua hari sekali, seminggu sekali atau dua minggu sekali dan sebagainya. Biasanya karyawan jenis ini bersifat no work no pay alias tidak dibayar ketika tidak bekerja. Karyawan jenis ini juga memiliki kedudukan status karyawan yang lemah di perusahaan, dikarenakan perusahaan dapat memutuskan hubungan kerja secara sepihak. Tetapi karyawan tersebut juga tidak terikat dengan perusahaan. Karyawan tersebut dapat berhenti/ resign tanpa sepengetahuan perusahaan. Tetapi kembali lagi ke peraturan/ kontrak kerja antara karyawan dan perusahaannya. Jika ada kontrak tertulis yang mengikat maka hubungan karyawan dan perusahaan ini lebih kuat.( Baca juga : Peraturan THR Untuk Karyawan Harian Lepas).
  3. Karyawan Bulanan
    Karyawan Bulanan adalah karyawan yang bekerja dan diberikan upah satu bulan sekali. Dengan status ini maka upah karyawan tidak melihat jumlah hari kerja karyawan melainkan upah yang tetap sebulan (kecuali bagi karyawan baru, misalnya prorata upah karyawan bagi karyawan baru). Akan tetapi bisa saja perusahan memberlakukan potongan gaji ke karyawan sesuai perjanjian kerja yang disepakati sebelumnya. Misal potongan tidak masuk ataupun potongan terlambat. ( Baca juga : Potongan Terlambat Menurut Undang-Undang )

Selain jenis-jenis karyawan diatas, karyawan secara garis besar juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak tetap. Karyawan Tetap adalah karyawan yang ikatan kerjanya tidak ditentukan hanya pada masa waktu atau periode tertentu. Biasanya karyawan tetap diperkerjakan secara terus- menerus. Sedangkan Karyawan Tidak Tetap ikatan kerja nya dibatasi dalam waktu tertentu, baik musiman, atau berdasarkan penyelesaian suatu pekerjaan (proyek) tertentu yang sudah tertulis pada kontrak kerja karyawan tersebut. Untuk pembahasan lebih lanjut terkait Karyawan Tetap dan Karyawan Tidak Tetap dapat dilihat pada artikel Perbedaan PKWT dan PKWTT .

Untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola data karyawan mungkin sudah saatnya perusahaan menggunakan Software HRIS Indonesia seperti Sigma HRIS. Karena pada aplikasi Sigma HRIS terdapat fitur pengingat (reminder) untuk mengingatkan tim HR terkait dengan kontrak kerja karyawan ataupun data-data lainnya yang bersifat harus selalu diupdate atau diperbarui. Selain itu, pada aplikasi Sigma HRIS juga dilengkapi dengan laporan baik itu dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram yang bisa memberikan informasi kepada HRD ataupun perusahaan untuk menganalisa data-data kontrak karyawan.


Sumber: 

UU Ketenagakerjaan 13 tahun 2003

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories