Potongan Gaji Bagi Karyawan, Efektifkah ?

11 Sep 2019 | Payroll | Perhitungan Gaji

Potongan Gaji Bagi Karyawan, Efektifkah ? - Potongan gaji adalah salah satu topik paling sensitif dan terkadang membuat kegelisahan diantara para karyawan. Jika suatu hal berkaitan dengan pemberian tunjangan pasti karyawan akan sangat riang gembira namun tidak terjadi ketika berkaitan dengan potongan. Seperti contohnya ada kabar tentang pemotongan gaji massal bagi seluruh karyawan suatu perusahaan akibat adanya pemadaman yang terjadi beberapa minggu lalu. Diperlukan sosialisasi yang terus menerus dari perusahaan kepada para karyawannya.

Banyak cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan menggunakan slip gaji sebagai salah satu bentuk sosialisasi, karena dengan munculnya potongan di slip gaji maka karyawan dapat mengetahui dengan rinci dan jelas, potongan apa saja yang mereka dapatkan. Sebaiknya perusahaan dapat menggunakan software hris yaitu Sigma HRIS sehingga dapat mengirimkan slip gaji otomatis ke masing-masing karyawan agar dapat terdistribusi dengan cepat, langsung ke email masing-masing karyawan ataupun akun ESS (Employee Self Service) mereka.

Lalu apakah sebenarnya potongan gaji bagi karyawan efektif ?

Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu, bahwa potongan sudah diatur juga oleh Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yaitu :

  • Pasal 53 :“Pengusaha atau Pekerja/Buruh yang melanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama karena kesengajaan atau kelalaiannya dikenakan denda apabila diatur secara tegas dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.“
  • Pasal 54 :“ (1) Denda kepada Pengusaha atau Pekerja/Buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dipergunakan hanya untuk kepentingan Pekerja/Buruh. (2) Jenis-jenis pelanggaran yang dapat dikenakan denda, besaran denda dan penggunaan uang denda diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama. “


Maka dari peraturan di atas maka perusahaan juga tidak dapat bertindak semena-mena dalam melakukan pemotongan gaji kepada karyawan. Karena seharusnya pemotongan sudah tertulis dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama yang telah disepakati antara karyawan dan perusahaan.Potongan yang umumnya ada diperusahaan sudah pernah dibahas disini. Sebaiknya potongan tidak selalu dilihat dari sisi negatifnya. Misalnya seperti potongan BPJS yang dapat berfungsi sebagai pembayaran iuran kepesertaan BPJS sehingga karyawan tidak perlu membayar langsung ke kantor BPJS namun secara kolektif akan disetorkan dari perusahaan ke kantor BPJS setempat.

Demikian pula dengan potongan atas pajak penghasilan, sebagai warga negara yang baik kita perlu menyetorkan dan pelaporkan pajak penghasilan kita. Untuk itu dipotong langsung melalui penggajian bulanan karyawan sama halnya dengan potongan BPJS tadi. Kemudian bagaimana dengan potongan terlambat atau potongan absen ? Nah, untuk hal ini banyak faktor baik itu eksternal maupun internal karyawan itu sendiri.

Sebenarnya tujuan adanya potongan gaji termasuk didalamnya adalah potongan terlambat atau potongan absen berfungsi sebagai bentuk untuk mendisiplinkan karyawan. Karena dengan adanya sikap disiplin maka performa kerja karyawan juga akan semakin lebih baik. Apakah efektif ? Jawabannya adalah tergantung sosialisasi yang diberikan. Dan bagaimana hubungan antara perusahaan dan karyawan juga dapat berpengaruh. Perusahaan dituntut bersifat tegas namun tidak keras agar hubungan industrial antara karyawan dan perusahaan dapat terjaga dengan baik.

Sumber : Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories