Peraturan Pembayaran Sisa Cuti Karyawan Resign Menurut UU

03 Sep 2019 | Human Resources | Umum

Cuti karyawan merupakan hak bagi tiap karyawan maka topik cuti tahunan pun selalu hangat untuk diperbincangkan. Masih ingat kan?  Cuti tahunan telah diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 79 Ayat 2, dimana disebutkan bahwa karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari, dengan syarat karyawan tersebut sudah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan lamanya di perusahaan itu. Lalu bagaimana apabila karyawan memiliki sisa cuti dan akan resign ? Bagaimana sih peraturan secara perundang-undangan ?


Berdasarkan UU terdapat beberapa jenis cuti, diantaranya yaitu Cuti Tahunan,Cuti Bersama, dan Cuti Khusus.

Untuk Cuti tahunan ada beberapa jenis metode yang umum digunakan seperti berikut :

  1. Metode Annually
    Jika Menghitung dengan metode ini, maka perusahaan terlebih dahulu akan menentukan periode bulan tertentu untuk memunculkan cuti Annualy. Banyak perusahaan memunculkan cuti tahunannya pada bulan Januari. Maka untuk karyawan yang baru bergabung, cutinya akan dihitung proposional sampai ke bulan Januari, sedangkan untuk karyawan lama maka cutinya akan muncul pada bulan Januari sebesar 12 Hari.
  2. Metode Anniversary
    Dengan menggunakan metode perhitungan ini maka karyawan akan mendapatkan cuti ketika sudah mencapai 1 tahun bekerja. Maka dari itu, waktu kemunculan cuti karyawan antara satu dengan yang lainnya dapat berbeda. Hal ini terkadang menjadi kesulitan bagi perusahaan untuk melakukan pengecekan. Namun metode ini sesuai dengan yang tertulis di UU Nomor 13 pasal 79 ayat 2 yang mana menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut.
  3. Metode Anniversary Annually
    Metode ini merupakan campuran antara 2 metode sebelumnya. Bagi karyawan baru cuti akan muncul ketika sudah genap 1 tahun dan ditahun berikutnya akan muncul cuti tahunan mulai per Januari (dihitung proporsional). Metode ini relatif sering digunakan oleh  perusahaan karena sesuai dengan UU Nomor 13 yang menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut dan setelah tahun kedua perusahaan akan lebih mudah dalam hal pengecekan serta kemunculan cutinya.
  4. Metode Monthly
    Ada beberapa perusahaan yang menggunakan metode ini dalam menghitung cuti bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Pada metode ini, setiap karyawan berhak mendapatkan cuti tahunan sebesar 1 hari setiap bulan. Untuk masa berlakunya ada yang 1 tahun setelah muncul ada juga  yang habis pada akhir tahun periode berjalan.

Apabila hak cuti karyawan sudah muncul, maka sebaiknya perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambilnya, dikarenakan karyawan bukanlah robot dan cuti juga memiliki beberapa manfaat yang nantinya tidak hanya dirasakan oleh karyawan namun perusahaan juga. Berikut ini manfaatnya :

  •           Dapat meningkatkan produktivitas kerja
  •           Menjaga kesehatan mental dan fisik
  •           Dapat Meningkatkan soft skill
  •           Mendapat ide dan inspirasi baru


Apabila nantinya karyawan akan mengajukan resign namun masih ada sisa cuti maka perlu dibayarkan sisa cutinya, seperti yang diinfokan pada UU No 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 4a. Karena Cuti merupakan salah satu komponen dalam uang pergantian hak apabila karyawan keluar dari perusahaan, dan berdasarkan peraturan tersebut perusahaan berkewajiban untuk memberikan sisa cuti yang belum diambil dan masih berlaku/belum gugur.

Untuk mempermudah bagian HR dan Payroll dalam menghitung sisa cuti serta melakukan pembayaran sisa cutinya maka alangkah baiknya apabila Anda menggunakan Sigma HRIS sebagai Software HRIS di perusahaan Anda. Dengan menggunakan Sigma HRIS maka dengan otomatis, mudah dan cepat nilai penguangan sisa cuti akan muncul. Juga dapat dimunculkan dalam bentuk slip sehingga karyawan dapat melihat perhitungan dengan lebih detail. Yuk upgrade system HRIS Anda sekarang.


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories