Jangan Lupa Laporkan SPT PPh21 Anda

01 Feb 2021 | PPh 21 | Metode Perhitungan

Jangan Lupa Laporkan SPT PPh21 Anda - Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan atau biasa dikenal dengan SPT wajib dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak oleh setiap WNI yang sudah memiliki penghasilan pribadi dan masuk kedalam kriteria Penghasilan Kena Pajak (PKP). Kita selaku WNI yang merupakan wajib pajak perlu melaporkan SPT setiap satu tahun sekali. Bagi wajib pajak orang pribadi, batas waktu pelaporannya maksimal 3 bulan setelah akhir tahun pajak atau 31 Maret setiap tahunnya.

Fungsi SPT

SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) merupakan surat yang Wajib pajak gunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Berdasarkan UU No.28 Tahun 2007, pemerintah mengharuskan seluruh wajib pajak untuk menyimpan dan melaporkan SPT sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nah, dalam UU tersebut, dijelaskan fungsi dari SPT yaitu sebagai berikut :

  • Melaporkan pelunasan atau pembayaran pajak yang sudah dilakukan, baik secara personal maupun melalui pemotongan penghasilan dari perusahaan dalam jangka waktu satu tahun.
  • Melaporkan harta benda yang dimiliki di luar penghasilan tetap dari pekerjaan utama.
  • Melaporkan penghasilan lainnya yang termasuk ke dalam kategori objek pajak maupun bukan objek pajak.

Bukti Pemotongan PPh21 (Formulir 1721A1)

Kemudian berdasarkan Per-16/PJ/2016 Pasal 23 Ayat 1, Perusahaan harus memberikan bukti pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai Tetap atau penerima pensiun berkala paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun kalender berakhir. Salah satu bukti pemotongan PPh Pasal 21 adalah 1721A1, yaitu formulir khusus untuk karyawan yang bekerja di perusahaan swasta termasuk diantaranya pegawai tetap, penerima pensiun, penerima tunjangan hari tua dan penerima tunjangan hari tua.

Formulir 1721A1


Formulir 1721A1 diatas dapat dihasilkan secara otomatis lho, apabila perusahaan Anda sudah menggunakan software hr atau software payroll seperti Sigma HRIS. Bahkan sudah bisa dicek dari aplikasi mobile apps di handphone masing-masing karyawan tanpa perlu menunggu dibagikan satu per satu atau didistribusikan oleh tim HRD Payroll Anda. Maka dari itu jangan lupa laporkan SPT Anda dan pergunakan Sigma HRIS di perusahaan Anda ya ??


Sumber :

• Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per – 16/PJ/2016 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan / atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi

• Undang Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories