Hal Wajib Anda Ketahui Saat Membuat Perjanjian Kerja

28 Jan 2020 | HRIS Software | Human Resources

Hal Wajib Anda Ketahui Saat Membuat Perjanjian Kerja - Pada umumnya, perusahaan memiliki ikatan kerja antara karyawan dengan perusahaan, baik sebagai magang, karyawan tidak tetap maupun karyawan tetap. Sering kali dalam menentukan status kerja karyawan, kita mendengar istilah bentuk perjanjian PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) maupun PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu). Dan pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas perbedaan antara PKWT dan PKWTT. Tapi sebenarnya, apa saja sih yang perlu kita ketahui saat membuat perjanjian kerja?

Nah, berikut ini infonya berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

A. Syarat

Perjanjian kerja akan dianggap sah apabila dibuat dengan dasar :

  1. Adanya kesepakatan kedua belah pihak (karyawan & perusahaan)
  2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum (waras dan tidak memiliki gangguan jiwa serta cukup umur atau min. 18 tahun)
  3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan
  4. Pekerja yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Perjanjian kerja dapat dibatalkan apabila tidak memenuhi syarat a & b, dan perjanjian juga dapat batal demi hukum apabila melanggar syarat 3 & 4.

B. Biaya

Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan dan pelaksanaan perjanjian kerja merupakan tanggung jawab pihak pengusaha.

C. Isi

Isi perjanjian kerja yang dibuat tertulis harus memuat data berikut ini :

  1. Nama, alamat perusahaan dan jenis usaha
  2. Nama, jenis kelamin, umur dan alamat karyawan
  3. Jabatan atau jenis pekerjaan
  4. Tempat pekerjaan
  5.  Besarnya upah dan cara pembayaran upah
  6. Syarat – syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan karyawan
  7. Mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
  8. Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat
  9. Tanda tangan para pihak yang terkait dalam perjanjian kerja

Pastikan kembali besaran upah, cara pembayaran upah serta hak dan kewajiban pengusaha dan karyawan tidak bertentangan dengan peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama dan juga peraturan perundang-undangan yang berlaku.

D. Bentuk

Bentuk perjanjian kerja menurut waktunya terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
  2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) Yang sudah pernah dibahas disini.

E. Cara Berakhirnya

Perjanjian kerja dapat berakhir dengan kondisi berikut ini :

  1. Pekerja meninggal dunia
  2. Jangka waktu perjanjian kerja telah selesai
  3. Adanya putusan dari pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai ketetapan hukum tetap
  4. Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang dpat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja

Dengan informasi diatas maka perjanjian kerja tidak dibuat secara asal-asalan. Antara perusahaan dan juga karyawan sebaiknya mengetahui hal-hal diatas agar lebih transparan sehingga tercipta hubungan industrial yang baik dan dapat terus berkembang. Pada era serba digital saat ini juga sudah ada Software HR, yaitu Sigma HRIS yang akan membantu Anda untuk memperoleh data serta reminder karyawan yang akan habis masa PKWTnya. Cukup cek dari gadget Anda untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Maka tunggu apa lagi ?

Sumber : UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories