Apakah Gaji Boleh Dipotong Saat Karyawan Tidak Bekerja ?

05 Mar 2020 | Payroll | Perhitungan Gaji

Apakah Gaji Boleh Dipotong Saat Karyawan Tidak Bekerja ? - Sebelumnya sudah pernah dibahas mengenai seberapa efektifnya pemotongan gaji bagi karyawan. Tapi pasti muncul pertanyaan dalam benak Anda, sebenarnya apakah gaji boleh dipotong saat karyawan tidak bekerja ? peraturan apa sih yang mendasarinya ? untuk itu kita coba bahas bersama.

Seperti yang kita ketahui bersama, adanya potongan gaji merupakan salah satu dari bentuk tindakan agar karyawan lebih disiplin dalam bekerja. Diharapkan dengan sikap disiplin dapat menunjang kinerja karyawan menjadi lebih baik lagi. Tapi tak ayal terkadang muncul adanya kontroversi di antara karyawan dan bagian HR. HR tiap perusahaan harus mempertimbangkan banyak hal sebelum melakukan pemotongan gaji, karena apabila ada yang tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan juga tidak sesuai dengan kesepakatan (Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Peraturan Kerja Bersama) maka bisa jadi justru perusahaan akan tersandung masalah hukum karena adanya tuntutan dari karyawan.

Untuk itu perlu kita ketahui bersama peraturan yang mendasari pemotongan gaji karyawan, yaitu pada UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayat 1 Tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi :

“Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan”

Berdasarkan pasal diatas sudah jelas bahwa perusahaan boleh melakukan pemotongan gaji apabila karyawan tidak bekerja. Namun perlu juga dipahami bahwa adanya pengecualian, dimana kondisi-kondisi tertentu walaupun karyawan tidak melakukan pekerjaan tetap harus dibayarkan gajinya. Seperti yang tertuang dalam Pasal 93 Ayat 2, yaitu :

  • Karyawan sakit
  • Karyawan perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya
  • Karyawan menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, istri melahirkan atau keguguran kandungan, suami atau istri atau anak atau menantu atau orang tua atau mertua atau anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia
  • Karyawan sedang menjalankan kewajiban terhadap negara
  • Karyawan sedang menjalankan ibadah
  • Karyawan melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi perusahaan tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari pengusaha
  • Karyawan sedang melaksanakan hak cuti
  • Karyawan sedang melaksanakan tugas serikat pekerja / serikat buruh atas persetujuan perusahaan
  • Karyawan melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan

Setelah memahami peraturan diatas, pastikan Anda memahami juga Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Peraturan Kerja Bersama yang sudah disepakati dengan perusahaan. Masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda untuk itu sebaiknya karyawan dapat mengetahui dengan rinci kesepakatan tersebut di awal sehingga terhindar dari miskomunikasi dengan pihak HRD tentu saja.

Dan jangan lupa, untuk menghitung potongan gaji karyawan dengan otomatis, cepat dan juga akurat sebaiknya menggunakan Sigma HRIS sebagai software Payroll di perusahaan Anda. Sigma HRIS sudah banyak dipakai oleh perusahaan dan terbukti efektif untuk proses penggajian, untuk itu tinggalkan lah perhitungan konvensional dan beralihlah ke Sigma HRIS.


Sumber : UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan







Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories