Apakah Cuti Besar atau Cuti Istirahat Panjang Diuangkan?

04 Oct 2019 | Human Resources | Umum

Apakah Cuti Besar atau Cuti Istirahat Panjang Diuangkan? - Seperti yang kita ketahui bersama, Cuti merupakan hak setiap karyawan yang wajib diberikan oleh perusahaan. Demi hubungan industrial yang saling mendukung satu sama lain, maka pemerintah juga sudah mengatur mengenai cuti. Sebelumnya dapat kita kenali dulu berbagai jenis cuti sesuai dengan undang – undang yang sudah dibahas disini. Salah satu jenis cuti yang didapatkan karyawan adalah cuti besar atau kadang disebut cuti istirahat panjang.

Lalu apakah cuti besar ini dapat diuangkan ? Mari kita simak bersama.

  • Peraturan Cuti Besar atau Cuti Istirahat Panjang
    Untuk cuti besar atau cuti istirahat panjang sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pada pasal 79, dimana disebutkan bahwa Cuti Istirahat Panjang diberikan kepada karyawan sekurang kurangnya 2 bulan. Cuti besar dilaksanakan pada tahun ke tujuh dan ke delapan masing-masing 1 bulan. Apabila karyawan mendapatkan cuti besar, maka tidak berhak lagi atas cuti tahunannya, namun hal ini biasanya tergantung perjanjian antara perusahaan dan karyawan yang sebelumnya telah disepakati bersama.
  • Syarat & Masa Berlaku
    Sama halnya dengan cuti tahunan, cuti besar atau cuti istirahat panjang ini juga memiliki syarat yaitu cuti ini diberikan setelah karyawan memiliki masa kerja selama 6 tahun. Dengan catatan bahwa karyawan tersebut bekerja pada perusahaan yang sama selama 6 tahun berturut-turut maupun kelipatan. Apabila karyawan pindah ke cabang lain namun masih dalam perusahaan yang sama maka masih berhak atas cuti besar ini. Cuti besar dapat digunakan karyawan maksimal sampai dengan 6 bulan setelah cuti tersebut muncul. Namun untuk hal ini disesuaikan kembali dengan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan yang sudah tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama.
  • Penguangan Cuti
    Seperti yang disampaikan dalam UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pada pasal 156 Pasal 4a dan disebutkan bahwa sisa cuti tahunan wajib dibayarkan ketika karyawan di PHK. Sedangkan untuk cuti besar tidak dijelaskan secara rinci disana maka tergantung dengan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan yang telah tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama mengenai kompensasi atas sisa cuti besar atau cuti istirahat panjang yang belum diambil dan masih berlaku.


Sesuai dengan informasi di atas, maka sebaiknya perusahaan menggunakan software hris, yaitu Sigma HRIS untuk menunjang kegiatan operasional bagian HRD & Payroll. Dengan Sigma HRIS maka cuti besar karyawan akan terhitung secara otomatis dan dapat di maintain lebih mudah, diantaranya karyawan bisa melakukan permintaan langsung cuti melalui gadget masing-masing tanpa perlu harus datang ke HRD. Maka untuk apa berpikir lagi, tinggalkanlah pencatatan manual Anda dan gunakan Sigma HRIS.

Sumber : UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories