Karyawan Sakit Bolehkah Di Potong Gaji ? - Ketika kita bekerja dan melakukan banyak sekali aktivitas maka dituntut untuk selalu sehat dan bugar. Namun ada kalanya sistem kekebalan tubuh kita menurun dan akhirnya sakit. Lalu bagaimana perlakuan apabila seorang karyawan mengalami sakit, entah itu karena beban kerja yang menumpuk sehingga stress atau ada pula dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. Bolehkan perusahaan melakukan pemotongan atas gajinya ? berikut ini infonya
Karyawan yang tidak masuk karena sakit dapat mengacu ke Undang Undang Tenaga Kerja yang berlaku dan juga Kesepakatan Kerja Perusahaan dan Karyawan.
Nah sesuai dengan keterangan di atas, maka jawabannya sangat jelas, bahwa karyawan yang sakit tidak boleh dilakukan pemotongan gaji.
Tapi tentu saja wajib melaporkan surat dari dokter atau rumah sakit yang merawat karyawan tersebut. Apabila karyawan sakit berkepanjangan maka cuti sakit dapat diberikan apabila memang direkomendasi kan oleh dokter. Dan disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku pada masing-masing perusahaan. Pembahasan mengenai cuti sakit bisa dilihat pada link berikut.
Agar dapat mengurangi banyaknya karyawan yang sakit, sebaiknya perusahaan selalu menanamkan pola hidup bersih dan sehat serta mengkampanyekan bekerja dengan bersih, rapi, efisien dan juga pastinya nanti akan tercipta hasil yang efektif. Apabila sudah bekerja dengan efektif sudah pasti terhindar dari stress dan dapat mengatur pekerjaan lebih baik lagi. Banyak juga perusahaan yang juga memperhatikan faktor makanan di sekitar perusahaan lho, karena makanan juga merupakan salah satu faktor penting. Ada pula yang melakukan olah raga bersama di waktu tertentu sehingga tidak hanya bugar tetapi meningkatkan keakraban antar karyawan.
Hal lain yang juga tidak kalah penting adalah Sigma HRIS merupakan salah satu software HRIS untuk membantu menghitung gaji karyawan secara otomatis. Apabila karyawan sakit, dapat menggunakan fitur Employee Self Service (ESS) untuk permintaan ijin sakit dan dilengkapi dengan lampiran surat keterangan sakit dari dokter maupun rumah sakit. Dan dapat dilakukan dari gadgetnya masing-masing lho.