Insentif Kehadiran Untuk Menunjang Produktivitas Perusahaan

05 Sep 2019 | Payroll | Perhitungan Gaji


Insentif Kehadiran Untuk Menunjang Produktivitas Perusahaan - Berbagai cara dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawannya, karena kinerja karyawan yang baik akan berimbas kepada produktifitas perusahaan yang baik juga. Seringkali perusahaan menggunakan angka kehadiran untuk menjadi salah satu parameter penting dalam menilai kinerja karyawan karena pada beberapa model bisnis tidak hadirnya satu karyawan akan berdampak kepada produktivitas tim secara keseluruhan.


Salah satu cara untuk mengontrol kehadiran karyawan adalah dengan memberikan insentif ataupun reward atau penghargaan kepada karyawan yang disiplin dalam hal kehadiran.

Berikut beberapa hal yang perlu untuk diketahui sebelum perusahaan membuat aturan tentang insentif kehadiran:

Memahami Perilaku Karyawan.
Sebelum menerapkan suatu aturan, perusahaan harus benar-benar mengerti masalah yang ada di lapangan sehingga bisa mengambil langkah yang pas untuk mengatasi masalah tersebut, jangan sampai aturan baru yang diterapkan menimbulkan masalah baru yang mungkin lebih besar.Pelajari data yang ada dan lihat hal mana yang harus dibenahi seperti tingkat keterlambatan yang tinggi namun lemburnya besar, atau mungkin terlalu banyak data izin tanpa keterangan yang jelas.

Mengenal Parameter Kehadiran,Pada akhirnya insentif kehadiran adalah sebuah formula atau rumus yang ketika parameternya terisi akan menghasilkan nilai uang. Berikut beberapa parameter kehadiran yang biasanya menjadi dasar perhitungan insentif kehadiran :

  • Jumlah kehadiran : Jumlah kehadiran adalah akumulasi data kehadiran dalam satu periode tertentu. Jumlah kehadiran bisa berbeda dalam setiap bulannya tergantung jumlah hari kerja di periode tersebut 
  • Terlambat dan Toleransi : Terlambat adalah selisih antara jadwal dengan aktual jam kehadiran karyawan. Ada perusahaan yang mengukur durasi terlambat per hari, akumulasi durasi terlambat per bulan, ataupun ada pula yang hanya melihat berapa kali terlambatnya dalam 1 bulan. Dengan beberapa pertimbangan biasanya perusahaan memberikan toleransi sehingga durasi terlambat yang diperhitungkan ke insentif akan dikurangi toleransi terlebih dahulu.

Contoh :

  • Pulang Lebih Awal : Kebalikan dari terlambat, yang dimaksud dengan pulang lebih awal adalah selisih antara jadwal pulang dengan aktual pulang berdasarkan data kehadiran.

Contoh :


Dokumen Pendukung
Jangan sampai lupa untuk memasukkan aturan detail tentang insentif kehadiran yang diterapkan pada dokumen perusahaan seperti Peraturan Kerja Bersama, Peraturan Perusahaan, ataupun dalam bentuk internal memo yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak baik perusahaan maupun karyawan. Semakin rinci penjelasannya semakin kuat posisi perusahaan dalam menghadapi komplain ataupun pertanyaan yang nantinya akan muncul dalam penerapannya.

Sosialisasi
Sebelum benar-benar diterapkan pastikan aturan main tentang insentif ini, pastikan sudah dimengerti oleh semua karyawan. Oleh karena itu HRD harus melakukan sosialisasi yang baik kepada seluruh karyawan. Selain itu di masa sosialisasi dengarkan masukan dari karyawan yang mungkin dapat membuat aturan yang diterapkan menjadi efektif dan dapat memberikan manfaat positif bagi karyawan ataupun perusahaan.

Nah simak pembahasan mengenai insentif kehadiran untuk menunjang produktivitas perusahaan bagian kedua nanti. Dan apakah perusahaan Anda sudah menggunakan Software HR Indonesia ? Salah satunya yaitu Sigma HRIS untuk mempermudah perhitungan insentif kehadiran para karyawan secara otomatis, cepat dan tepat.


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories