4 Contoh Non-Cash Reward

24 Apr 2020 | Human Resources | Umum

4 Contoh Non-Cash Reward - Ketika berbicara tentang reward program mungkin yang pertama kali terlintas di kepala adalah insentif atau bonus yang diterima oleh karyawan atas kinerja yang telah mereka capai. Ini wajar terjadi, karena memang sebagian besar penerapannya seperti itu dan memang tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun tidak ada salahnya juga perusahaan mencoba hal baru dan melihat cara mana yang lebih efektif untuk diterapkan.

Pada umumnya, tujuan perusahaan memberikan reward kepada karyawan adalah untuk meningkatkan motivasi karyawan agar dapat bekerja dengan lebih baik. Selama tujuan ini tercapai, maka sah – sah saja jika perusahaan menerapkan program reward dengan memberikan sesuatu dalam bentuk lain selain bonus atau insentif tersebut.

Berikut beberapa contoh non-cash reward yang mungkin bisa dicoba perusahaan.

Pengalaman Spesial

Setiap manusia biasanya memiliki momen – momen spesial dalam hidupnya. Dan akan sangat spesial di mata karyawan jika perusahaan bisa mewujudkan impian untuk melakukan hal tersebut. Sebagai contoh, perjalanan religius sesuai kepercayaan masing – masing merupakan salah satu hal yang diimpikan bagi banyak manusia. Jika terlalu memakan biaya, mungkin perusahaan bisa menyiapkan paket perjalanan lainnya yang lebih terjangkau namun tetap memberikan kesan positif bagi karyawan. Misalnya paket liburan keluarga ke suatu tempat, tiket wahana wisata, paket perawatan kecantikan untuk karyawan wanita atau jika ingin tepat sasaran perusahaan bisa menyiapkan beberapa pilihan yang nantinya bisa dipilih sendiri oleh karyawan.

Additional Off

Pada umumnya karyawan bekerja selama 5 hari atau 6 hari dalam satu minggu dan total jam kerja sekitar 40 jam. Berarti dalam 1 bulan karyawan bekerja sekitar 168 jam. Itu belum termasuk jam lembur yang mungkin dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan jam kerja yang cukup padat tersebut, maka waktu istirahat tambahan akan sangat beharga bagi mereka. Adanya tambahan waktu off atau jatah cuti membuat karyawan merasa lebih nyaman dalam bekerja baik secara fisik atupun psikis.

Sebagai contoh, untuk posisi tertentu yang terkadang harus bekerja hingga larut malam untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tidak ada salahnya untuk diberikan kompensasi sehingga boleh tidak masuk dikeesokan harinya atau bahkan mendapat tambahan cuti. Selama didukung dengan aturan yang jelas dan sudah disepakati oleh perusahaan dan karyawan maka kemungkinan besar hal ini dapat berimpact positif kepada retensi karyawan.

Personal Development

Semangat belajar biasanya tercipta dari lingkungan dan suasana persaingan yang positif. Jika sudah tercipta lingkungan kerja seperti ini maka karyawan akan senang jika kantor memberikan paket training untuk mereka ikuti. Dimana hal ini akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan. Karyawan akan mendapatkan kemampuan tambahan dari training yang diikuti dan di sisi lain dengan penerapan kemampuan baru tersebut perusahaan juga akan menerima hasil kerja yang lebih baik dari si karyawan.

Apresiasi Tertulis

Untuk perusahaan dengan organisasi yang cukup besar, jarak antara entry level dengan top level cukup jauh dan kemungkinan besar mereka yang berada di top level tidak mengenal satu persatu karyawan yang berada pada beberapa layer di bawahnya. Sehingga karyawan akan merasa sangat dihargai jika mereka mendapat private email yang berisi apresiasi atas kinerja yang dilakukan untuk perusahaan. Beberapa kalimat positif sebagai ucapan selamat ataupun terima kasih dari pihak perusahaan mungkin dapat membuat karyawan lebih beharga karena pencapaiannya diakui oleh atasan atau bahkan perusahaan. 

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories