Peraturan Cuti Melahirkan Menurut Undang-Undang

29 Apr 2019 | Absensi | Cuti

Peraturan Cuti Melahirkan Menurut Undang-Undang - Bagi wanita pada umumnya, hamil dan melahirkan anak merupakan suatu anugerah Indah yang diberikan oleh Tuhan. Tak terkecuali juga oleh banyak pekerja wanita di Indonesia. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada periode Februari 2018 lalu tercatat bahwa ada lebih dari 55 juta orang pekerja wanita di Indonesia. Dengan jumlah pekerja wanita yang cukup banyak ini, pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan hak dari para pekerja wanita. Mulai dari sistem gaji maupun hak atas cuti. Untuk metode perhitungan cuti tahunan bisa disimak di sini. Lalu bagaimana dengan hak cuti melahirkan?

Peraturan Cuti Melahirkan

Cuti Melahirkan merupakan salah satu hak yang didapatkan oleh pekerja/buruh perempuan. UU sudah mengatur ketentuan tentang cuti melahirkan pada Undang-Undang No. 13 Tentang Ketenagakerjaan Tahun 2003 Pasal 82, yaitu:

  1. Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.
  2. Selain itu pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran berhak memperoleh istirahat 1,5 bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

Berdasarkan UU tersebut bahwa setiap perusahaan di Indonesia wajib memenuhi dan menghormati hak pekerja/buruh perempuan.

Dan pada UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 93, disebutkan bahwa seorang pekerja/buruh perempuan yang tidak bekerja karena melahirkan, berhak atas upah dan perusahaan wajib memberikannya.

Serta dalam Pasal 73 ayat 2 disebutkan juga bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 sampai 07.00

Manfaat Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan punya banyak manfaat, salah satunya yaitu untuk tumbuh kembang bayi. Minggu pertama dari kelahiran bayi merupakan masa di mana ibu dan bayi membutuhkan waktu khusus bersama. Tidak hanya membangun bonding antara ibu dan anak tetapi juga memberikan kebutuhan penting untuk bayi yaitu ASI.

Kemudian apa manfaat cuti melahirkan bagi perusahaan? Cuti melahirkan bisa memenuhi kebutuhan ibu dan bayi sehingga membuat karyawan yakni si Ibu lebih loyal kepada perusahaan karena akan merasa lebih bahagia dan bisa memaksimalkan waktu bersama sang buah hati. Karena berdasarkan riset ekonom Heather Boushey dan analis kebijakan Sarah Jane Glynn, bahwa ada sekitar 20 persen pekerja wanita yang memutuskan berhenti dari pekerjaannya karena minimnya dukungan terhadap ibu bekerja.

Maka dengan ini pemerintah mendukung hak pekerja/buruh perempuan saat ini mengenai hak cuti melahirkan. Namun dapat disesuaikan kembali dengan Perjanjian Kerja Bersama ataupun Peraturan Perusahaan yang telah disepakati antara perusahaan dan pekerja. Jika ada tambahan cuti melahirkan maka hal ini sangat disambut baik oleh para pekerja perempuan, karena pemerintah tidak melarang perusahaan melakukan hal demikian dan menyambut baik apabila dari perusahaan memiliki peraturan yang lebih baik. Untuk memudahkan dalam perhitungan cuti melahirkan dan juga upah yang didapatkan karyawan tersebut maka bisa menggunakan Software Payroll Indonesia yaitu Sigma HRIS

 

Sumber :

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories