4 Metode Perhitungan Cuti Tahunan

08 Mei 2019 | Absensi | Cuti

4 Metode Perhitungan Cuti Tahunan - Sebagai seorang pekerja, kita diberikan hak cuti tahunan oleh perusahaan, namun kadang kita ragu untuk memanfaat kan cuti tersebut dengan pertimbangan banyaknya beban kerja yang nantinya akan menumpuk. Padahal cuti tahunan juga memberikan efek positif tidak hanya untuk pekerja, tapi juga untuk perusahaan. Bagi karyawan, dengan keluar sejenak dari rutinitas akan menjaga kondisi kesehatan mental yang meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Sedangkan bagi perusahaan, kondisi mental karyawan yang baik akan berpengaruh terhadap pencapaian target.

Namun, tahukah Anda bahwa terdapat 4 metode dalam perhitungan cuti tahunan?

Yuk kita simak bersama..

Hak cuti tahunan ini sifatnya wajib diberikan oleh pihak pengusaha dan pelaksanaan serta masa berlakunya dapat diatur sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan melalui perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang telah disepakati. Kemudian berikut ini antara lain 4 metode perhitungan cuti tahunan yang biasa dipakai perusahaan :

  1. Metode Annually
    Perusahaan terlebih dahulu akan menentukan periode bulan untuk memunculkan cuti ini. Banyak perusahaan memunculkan cuti tahunannya pada bulan Januari. Maka untuk karyawan yang baru bergabung, cutinya akan dihitung secara proporsional sampai ke bulan Januari, sedangkan untuk karyawan lama maka cutinya akan muncul pada bulan Januari sebesar 12 Hari.
    Contohnya seperti di bawah ini:



    Jika menggunakan perhitungan dengan metode ini, maka perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan perhitungan dan pengecekkan cuti. Dari sisi karyawan tentulah juga diuntungkan karena per awal tahun semua karyawan memiliki jatah cuti tahunan baik karyawan baru maupun karyawan lama. Namun perlu dipertimbangkan dari juga dari sisi perusahaan jika karyawan tersebut resign sebelum genap masa kerja 1 tahun, maka perusahaan harus membayarkan sisa cuti yang belum diambil sesuai dengan peraturan perusahaan masing-masing.

  2. Metode Anniversary
    Dengan menggunakan metode perhitungan ini maka karyawan akan mendapatkan cuti ketika telah 1 tahun bekerja. Efeknya, waktu pemunculan cuti karyawan antara satu dengan yang lainnya dapat berbeda. Hal ini terkadang menjadi kesulitan bagi perusahaan untuk melakukan pengecekkan.
    Contoh perhitungannya dibawah ini:



  3. Metode Anniversary Annually
    Metode ini merupakan pencampuran antara 2 metode yang telah disebutkan di atas. Bagi karyawan baru cuti akan muncul ketika sudah genap 1 tahun dan ditahun berikutnya akan muncul cuti tahunan mulai per Januari (dihitung proporsional). Metode ini relatif sering digunakan oleh perusahaan menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut dan setelah tahun kedua perusahaan akan lebih mudah dalam hal pengecekkan serta pemunculan cutinya.
    Contohnya seperti di bawah ini:



  4. Metode Monthly
    Beberapa perusahaan yang menerapkan metode monthly dalam menghitung cuti bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Pada metode ini, setiap karyawan berhak mendapatkan cuti tahunan sebesar 1 hari / bulan. Untuk masa berlakunya ada yang 1 tahun terhitung dari tanggal timbulnya cuti dan ada pula yang habis pada akhir tahun periode berjalan.
    Contohnya seperti di bawah ini:



    Bagi karyawan yang cutinya dihitung dengan metode ini maka tidak perlu menunggu 1 tahun untuk menggunakan hak cutinya. Sedangkan bagi perusahaan, jika ada karyawan resign yang  masih memiliki sisa cuti maka perusahaan wajib menguangkan sisa cuti karyawan tersebut (menyesuaikan dengan Peraturan Perusahaan masing masing)

Dari berbagai metode yang sudah disebutkan di atas, setiap perusahaan akan mengatur hak cuti tahunan karyawan sesuai peraturan perusahaan atau perjanjian kerja sama yang telah disepakati antara pengusaha dan karyawan. Meskipun terlihat sederhana, sering kali metode penentuan cuti di atas akan semakin kompleks jika dilakukan secara manual. Apalagi jika jumlah karyawan perusahaan semakin banyak dan perusahaan membutuhkan kombinasi beberapa cuti dengan metode perhitungan yang berbeda. Untuk hal tersebut, maka perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan software hr indonesia dan pastikan software hr pilihan Anda adalah Sigma HRIS yang akan mendukung metode perhitungan yang Anda butuhkan. 


Ketentuan & Disclaimer

  • Website ini adalah karangan yang didasarkan pada pendapat atau pandangan penulis. Penyebutan nama, contoh atau referensi dalam Website ini adalah karangan penulis. Jika ada kesamaan nama, contoh, atau referensi, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

  • Pembuat, penyedia maupun penyebar Website ini dibebaskan dari segala kewajiban, tuntutan, gugatan, klaim, dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga, serta dibebaskan dari tanggung jawab atas semua kerugian serta resiko yang timbul sehubungan Website ini.

  • Website ini bukan merupakan dasar hukum dan tidak dapat dijadikan dasar atas suatu kasus tertentu.

  • Dengan mengakses website ini, pengakses sudah setuju atas Ketentuan & Disclaimer ini.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories