Biaya Lembur Karyawan Tinggi? Lakukan Tips Berikut ini

16 Okt 2019 | HRIS Software | Kehadiran

Biaya Lembur Karyawan Tinggi? Lakukan Tips Berikut ini - Lembur adalah pekerjaan diluar jam kerja normal karyawan, secara peraturan di Undang – Undang No 13 Tentang Ketenagakerjaan lembur tersebut perlu diperhitungkan kompensasinya. Perusahaan perlu membayar upah lembur tersebut. Aturan mengenai lembur telah diatur jelas di Undang – Undang No 13 Tentang Ketenagakerjaan, atau dapat dibaca juga Perhitungan Upah Lembur Sesuai Undang Undang

Berikut beberapa tips yang dapat perusahaan lakukan agar pembayaran biaya lembur lebih terkendali dan efektif:

  • Analisa biaya pembayaran lembur
    Agar kita dapat menganalisa biaya lembur, maka data acuan kita harus valid. Anda dapat menggunakan Software Payroll yang baik dan mampu menyediakan data-data tersebut. Data-data tersebut dapat dijadikan sumber data dan informasi dalam menarik laporan yang detail dan akurat. Dari laporan tersebut dapat mempelajari pola kerja dan lembur per karyawan atau per departemen tertentu dan dalam periode waktu tertentu. Perusahaan perlu menganalisa kondisi yang terjadi di lapangan secara real.
  • Pertimbangkan Penggunaan Surat Perintah Lembur
    Surat Perintah Lembur (SPL) adalah surat/formulir yang dibuat atasan kerja atau perusahaan untuk persetujuan/ perintah lembur. Dengan menggunakan surat perintah lembur ini maka pembayaran lembur lebih terkontrol dan lembur yang dikerjakan karyawan dapat dipertanggungjawabkan. SPL ini biasanya memerlukan persetujuan dari atasan atau manajemen perusahaan. Jika manajemen merasa lembur tidak diperlukan atau tidak disetujui maka dapat menolak/ membatalkan surat perintah lembur tersebut.
  • Analisa perbandingan jumlah lembur dan penambahan tenaga kerja baru
    Lembur karyawan terjadi karena sumber daya karyawan sekarang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan di jam kerja normal, jika memang beban pekerjaan tersebut sudah tidak sesuai dengan jumlah karyawan maka sudah saatnya mengajukan penambahan karyawan. Dengan menganalisa beberapa parameter yang berkaitan dengan lembur seperti frekuensi lembur, besarnya pendapatan karyawan yang melakukan lembur dibanding biaya penambahan karyawan baru. Dengan cara ini perusahaan dapat menentukan pilihan yang terbaik.
  • Efektivitas
    Selain beban pekerjaan yang tinggi, cara kerja karyawan atau operasional yang tidak efektif juga akan berdampak pada penundaan pekerjaan sehingga pekerjaan harus diselesaikan dengan lembur. Oleh karena itu perusahaan harus jeli melihat situasi ini. Perusahaan perlu menganalisa secara keseluruhan faktor-faktor yang dapat menurunkan efektivitas pekerjaan. Pada umumnya tingkat efektivitas dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dalam karyawan dan diluar karyawan. Contoh faktor dari dalam karyawan adalah kemampuan karyawan yang belum mumpuni untuk mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Sedangkan untuk faktor diluar karyawan berkaitan dengan system kerja yang diterapkan oleh perusahaan dan sarana pendukung dalam penyelesaikan pekerjaan tersebut. Dari masalah yang didapat perusahaan harus mengambil langkah agar faktor – faktor penghambat ini dapat dikurangi. Sebagai contoh, perusahaan bisa menyiapkan program Learning & Development untuk meningkatkan kemampuan karyawan agar bisa bekerja dengan lebih efektif.


Beberapa tips di atas dapat mudah dilakukan dengan memanfaatkan fitur operasional dan analisa lembur pada Sigma HRIS seperti perencanaan, SPL, pelaksanaan, hingga pelaporan Analisa lembur yang berjalan. Segera analisa biaya lembur anda untuk manajemen lembur yang efektif dan efisien.


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories