Pekerja Sakit Berkepanjangan & Bagaimana Sikap Perusahaan?

11 Okt 2019 | HRIS Software | Kehadiran

Pekerja Sakit Berkepanjangan & Bagaimana Sikap Perusahaan? - Sakit merupakan hal yang kadang sangat sulit kita hindari terutama bagi para pekerja. Banyaknya beban pekerjaan kemudian stress dan ditambah dengan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat, pasti akan menimbulkan penyakit. Penyakit yang timbul akan berdampak pada berkurangnya kinerja karyawan dan bahkan dapat mengakibatkan karyawan tidak bisa melakukan pekerjaannya alias ijin sakit dan ada pula yang sakit hingga berkepanjangan. Lalu bagaimana perusahaan menyikapinya ?

Berdasarkan UU No.13 Tahun 2003 Pasal 93 ayat 1 menyatakan bahwa upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak dapat melakukan pekerjaan.

Namun jika pekerja/buruh sakit berkepanjangan bahkan sampai dengan 12 bulan maka hal itu juga sudah diatur oleh pemerintah melalui Pasal 93 ayat 2, yaitu :

  1. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari upah
  2. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari upah
  3. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh perseratus) dari upah
  4. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.

Dengan adanya peraturan tersebut maka akan membantu karyawan untuk mencegah tindakan semena-mena dari Perusahaan. Biasanya aturan tersebut juga sudah disepakati sebelumnya melalui Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan maupun Perjanjian Kerja Bersama yang telah disepakati antara perusahaan dan karyawannya. Dan pengusaha juga dilarang untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan pekerja/buruh sakit menurut surat keterangan dokter yang tidak melampaui 12 bulan secara terus menerus seperti tertulis pada UU No.13 Tahun 2003 Pasal 153 ayat 1. Namun apabila ternyata sakit yang dialami karyawan sudah melampaui 12 bulan atau lebih maka karyawan dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja dan akan diberikan pesangon sesuai dengan peraturan yang sudah pernah dijelaskan disini.

Untuk terhindar dari banyaknya pekerja atau karyawan yang mengalami sakit, maka ada baiknya dari perusahaan dapat mensosialisasikan bekerja dengan efektif serta efisien. Dengan adanya hal tersebut maka akan menghindari karyawan dari stress dan dapat memanage pekerjaan dengan lebih baik. Faktor makanan juga salah satu faktor penting, saat ini banyak perusahaan yang menyediakan catering sehat dan tak lupa adanya olah raga bersama sepulang kantor juga dianggap cukup penting untuk meningkatkan kebugaran para karyawan.

Tak lupa, jika adanya ijin sakit para karyawan pasti berdampak pada gaji serta biasanya berdampak pula pada tunjangan yang berkaitan dengan kehadiran. Untuk itu pergunakanlah Sigma HRIS sebagai software hris Anda. Sehingga dapat menghitung secara otomatis perhitungan penggajian karyawan baik itu gaji, tunjangan tetap ataupun tunjangan variable yang akan berhubungan dengan ijin sakit. Ayo upgrade system Anda dan tinggalkanlah perhitungan manual yang pastinya memakan waktu. Dan gunakanlah Sigma HRIS.

Sumber : UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories