Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun

25 Nov 2019 | BPJS | BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun - Jaminan pensiun pasti sudah tidak asing lagi bagi para pekerja di Indonesia. Jaminan pensiun pasti selalu muncul di slip gaji pekerja dibagian potongan pada setiap bulannya. Umumnya para pekerja hanya mengetahui bahwa iuran yang harus dibayarkan oleh pekerja adalah sebesar 1% dan iuran 2% dibayarkan oleh pemberi kerja yaitu pengusaha. Dan upah pekerja menjadi dasar perhitungan untuk iuran jaminan pensiun tersebut. Tapi tahukan Anda program yang diluncurkan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Juli 2015 memiliki manfaat penting ? Ibarat pepatah, jika tak kenal maka tak sayang maka perlu kita kenali apa saja manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun ini.

Berdasarkan pada PP No.45 tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total permanen, ataupun meninggal dunia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama juga bahwa mulai 1 Januari 2019 usia pensiun menjadi 57 tahun dan sudah pernah dibahas disini.

Dan manfaat yang dapat kita peroleh dari keikutsertaan program jaminan pensiun yaitu :

  1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)
    Berupa uang tunai yang diberikan bulanan dan diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.
  2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
    Berupa uang tunai yang diberikan bulanan dan diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total permanen terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total permanen akibat kecelakaan yang tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta dapat bekerja kembali.
  3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)
    Berupa uang tunai yang diberikan bulanan dan diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta meninggal dunia bila masa iuran kurang dari 15 tahun, dimana masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.
  4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)
    Berupa uang tunai yang diberikan bulanan dan diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, atau bekerja, atau menikah dengan kondisi peserta meninggal dunia sebelum masa usia pensiun. Bila masa iuran kurang dari 15 tahun, masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT serta tidak memiliki ahli waris janda/duda atau janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.
  5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)
    Berupa uang tunai yang diberikan bulanan dan diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iuran peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.
  6. Manfaat Lumpsum
    Peserta yang tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila :
    -  Peserta memasuki Usia Pensiun dan tidak memenuhi masa iuran min. 15 tahun.
    - Mengalami cacat total permanen dan tidak memenuhi kejadian cacat setelah min. 1 bulan menjadi peserta dan min. density rate 80%
    - Peserta meninggal dunia dan tidak memenuhi masa kepesertaan min. 1 tahun menjadi peserta dan min. density rate 80%.

Dengan manfaat di atas perlu perhitungan iuran jaminan pensiun yang tepat agar sesuai dengan aturan pemerintah. Sehingga dapat tercapai tujuan dari jaminan pensiun itu sendiri, maka dari itu dibutuhkan software hris untuk mempermudah bagian payroll untuk melakukan pemotongan atas iuran jaminan pensiun para pekerja. Tinggalkanlah perhitungan manual yang akan memakan waktu. Dengan Sigma HRIS perhitungan iuran jaminan pensiun para pekerja akan menjadi otomatis dan mudah. Yuk pakai Sigma HRIS..

Sumber :

PP No.45 tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun

https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories