Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

12 Jul 2019 | BPJS | BPJS Ketenagakerjaan

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online - BPJS Ketenagakerjaan pasti tidak asing ditelinga para pekerja, karena setiap bulan perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan pasti muncul di slip gaji maupun di slip gaji online bagi pengguna software hr. BPJS Ketenagakerjaan yang dahulu dikenal dengan nama Jamsostek, semakin mengembangkan pelayanannya. Namun tidak hanya pelayanan yang dituntut menjadi lebih baik karena sudah memasuki industri 4.0 tapi juga pembaruan kebijakan selalu diharapkan agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri. Maka beberapa tahun terakhir ini BPJS Ketenagakerjaan sudah aktif mensosialisasikan salah satu programnya yaitu pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online.

Sebagai salah satu solusi untuk mempersiapkan masa depan pekerja di antaranya dengan saldo Jaminan Hari Tua atau yang dikenal dengan nama JHT bisa dicairkan dan sebelumnya baru bisa dicairkan saat:

  • Seorang pekerja berusia 56 tahun atau hendak memasuki usia pensiun
  • Meninggalkan Indonesia atau pindah ke luar negeri
  • Terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
  • Sebab lain karena cacat akibat aktivitas kerja

Namun berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2015 menginformasikan bahwa dana JHT dapat dicairkan sebelum anggota berusia 56 tahun dan tanpa syarat keanggotaan 10 tahun, yang mana bisa diartikan juga bahwa jika peserta berhenti bekerja atau di PHK bisa mencairkan JHT juga.

Tentunya ini merupakan kabar baik bagi para pekerja. Tak hanya itu, bahkan BPJS Ketenagakerjaan juga meningkatkan pelayanannya di antaranya dengan mempermudah cara pencairan dana JHT yaitu dengan cara e-Klaim / klaim saldo JHT Online.

Berikut ini syarat dan ketentuan yang harus diketahui bila ingin menggunakan fasilitas e-Klaim untuk mencairkan dana JHT:

  1. Registrasi Email dalam Situs BPJS Ketenagakerjaan
    Pertama-tama akses dahulu website BPJS Ketenagakerjaan yaitu www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan Pilih Tenaga Kerja pada Bagian Layanan Peserta dan klik Masuk.


    Kemudian Pilih BPJSTKU


    Klik Daftar Pengguna


    Pilih Segmen Penerima Upah & masukkan email Anda kemudian klik Kirim


  2. Cek Email Verifikasi untuk PIN Aktivasi
    Selanjutnya akan dikirimkan Email yang berisikan PIN  aktivasi yang nantinya akan digunakan sebagai pin untuk login ke dalam website BPJS Ketenagakerjaan.


  3. Registrasi Data Diri dalam Situs BPJS Ketenagakerjaan
    Mulailah registrasi dengan membuat akun dalam website tersebut, di antaranya harus memasukkan No NIK / No KTP, Nama lengkap, Tanggal Lahir, No Handphone, No KPJ, dan kata sandi. Pastikan data sudah sesuai dan klik Kirim.


  4. Pilih Menu E-Klaim JHT
    Setelah login dilakukan, maka pastikan memilih menu Klaim Saldo JHT


  5.  Isi Data pada Formulir Pengajuan Klaim
    Selanjutnya pada window berikutnya, pastikan No. KPJ sudah sesuai dan pilihan keperluan yaitu Pengajuan Klaim dan sesuaikan jenis klaim (contohnya Mengundurkan diri). Kemudian pastikan klik tombol Kirim


  6. Upload Data
    Langkah selanjutnya, pastikan upload data sesuai yang diminta di antaranya:
    • Kartu Kepersertaan (KPJ)
      Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah tanda bukti utama Anda memang tercatat sebagai peserta Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan. Ketika Anda mengundurkan diri dari kantor, terkena PHK atau hendak berpindah domisili ke luar negeri, pastikan sudah mengantongi kartu ini dari kantor lama.


    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
      Selain Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Anda juga harus membawa KTP sebagai tanda bukti identitas dan wajib dilampirkan untuk keperluan pencairan dana JHT.


    • Kartu Keluarga (KK)
      Selain KTP, Kartu Keluarga juga wajib di lampirkan. Pastikan No KTP sudah sesuai dengan yang terlampir di KK dan pastikan penulisan nama ibu kandung pada registrasi awal juga sesuai dengan yang tertera di KK.


    • Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Paklaring)
      Dokumen ini juga harus disertakan dan berlaku bagi peserta yang mengundurkan diri sebelum usia pensiun dan juga yang berniat pindah ke luar negeri. Isi surat ini memuat nama pekerja, tempat tanggal lahir, alamat dan juga keterangan masa kerja hingga tanggal terakhir bekerja. Dan pastikan dilengkapi dengan cap atau stempel perusahaan yang sudah ditanda tangani oleh Kepala HRD. Contoh surat seperti di bawah ini:


    • Surat Pengunduran Diri Karyawan dari Perusahaan untuk Dinas Ketenagakerjaan dengan Tembusan untuk BPJS Ketenagakerjaan
      Surat ini merupakan surat dari perusahaan kepada Dinas Tenaga Kerja. Surat ini berisi penjelasan tentang status pekerja sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut sejak tanggal x sampai dengan tanggal x. Termasuk juga keterangan posisi jabatan terakhir di perusahaan. Pastikan juga surat ini memuat stempel perusahaan serta tanda tangan Kepala HRD.


    • Buku Tabungan
      Halaman depan dari Buku Tabungan yang menunjukkan detail nama dan nomor rekening diperlukan juga untuk pencairan dana JHT. Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan pencairan dana melalui transfer bank. Dan memperbolehkan menggunakan rekening bank apapun selama no rekening tersebut merupakan rekening sah peserta BPJS Ketenagakerjaan atau rekening ahli waris yang sah.

  7. Pemilihan Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan Verifikasi Dokumen
    Setelah semua dokumen di upload, maka Anda wajib memilih kantor BPJS Ketenagakerjaan dan akan menunggu email konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan apakah seluruh dokumen sudah memenuhi syarat atau belum. Tahap verifikasi BPJS Ketenagakerjaan biasanya membutuhkan waktu selama 1 x 24 jam. Jika sudah mendapatkan email konfirmasi lanjutan, silakan di cetak dan Anda akan diminta untuk datang ke kantor cabang dengan membawa dokumen asli serta salinannya.Jika dokumen belum lengkap, maka wajib melengkapi dokumen kembali dan apabila dokumen sudah lengkap maka wajib mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dipilih. Dan dana pencairan JHT akan masuk rekening dengan perkiraan 5 hari kerja. 

Nah, bila pencairannya adalah karena si peserta telah meninggal dunia, maka Anda harus melampirkan dokumen wajib seperti:

  • Fotokopi KTP atau paspor ahli waris berikut dokumen asli
  • Surat kematian asli atau legalisir
  • Surat keterangan ahli waris

Sedangkan bagi peserta BPJS yang hendak mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan yang masuk kategori cacat tetap total, maka wajib pula melampirkan dokumen berupa surat keterangan cacat total tetap dari dokter dan surat keterangan tidak mampu bekerja karena cacat.

Bila Anda hendak mencairkan BPJS Ketenagakerjaan karena terkena PHK, jangan lupa menyertakan akta penetapan PHK dari Pusat Hubungan Industrial. Namun, bila Anda belum mengantongi akta ini, maka cukup lampirkan fotokopi perjanjian bersama dan tanda bukti pendaftaran perjanjian bersama ke pengadilan hubungan industrial.

BPJS Ketenagakerjaan perlu memastikan keaslian seluruh dokumen berikut data diri Anda. Langkah e-Klaim atau klaim JHT online ini mempermudah Anda dari sisi pengecekan kelengkapan dokumen. Sedangkan kedatangan secara langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan tetap diwajibkan karena pihak BPJS Ketenagakerjaan perlu untuk memastikan beberapa dokumen asli dan dokumen yang sudah di upload sudah sesuai. Dengan adanya metode e-Klaim ini maka bisa meminimalkan kendala yang sering dialami ketika mencairkan dana JHT secara manual. Misalnya membutuhkan waktu yang lama untuk proses verifikasi dokumen satu per satu dan harus rela antre berdesakan selama berjam-jam.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories