Ketahuilah Jenis Cuti Khusus Sesuai Peraturan

26 Jul 2019 | Absensi | Cuti

Sebagai pekerja selalu saja ada peristiwa yang terjadi di luar kehendak kita. Entah itu faktor internal dari diri sendiri atau pun faktor eksternal seperti faktor alam atau musibah lainnya sehingga menyebabkan kita tidak bisa bekerja. Contoh faktor internal misalkan pekerja sakit sehingga tidak dapat bekerja dan contoh eksternal misalnya pekerja tertimpa musibah seperti ada keluarga satu rumah pekerja yang meninggal. Sebagai pekerja sebaiknya anda perlu mengetahui jenis cuti khusus berdasarkan peraturan,  berikut ini ulasannya..

Cuti Khusus atau biasa juga dikenal dengan cuti penting.

Cuti penting merupakan salah satu jenis cuti yang dibahas pada UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan pada Pasal 93 Ayat 4.

Beberapa cuti penting atau khusus yang disebutkan adalah :

  1. Pekerja menikah : 3 hari
  2. Menikahkan anak : 2 hari
  3. Mengkhitankan anak : 2 hari
  4. Membaptiskan anak : 2 hari
  5. Istri melahirkan atau keguguran : 2 hari
  6. Suami/istri/orang tua/mertua, atau anak/menantu meninggal dunia : 2 hari
  7. Anggota keluarga dalam 1 rumah meninggal dunia : 1 hari

Perlu diketahui juga bahwa pengaturan pelaksanaan serta ketentuan cuti khusus di atas, disesuaikan dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang telah disepakati oleh pihak pekerja dan perusahaan.

Mengingat bahwa cuti khusus ini juga merupakan hak pada pekerja maka dari pihak HRD biasanya akan memberikan persyaratan apabila akan mengajukan cuti khusus di atas. Seperti apabila mengajukan cuti menikah atau anak pekerja menikah maka biasanya pihak HRD meminta foto undangan ataupun undangan fisik atau apabila cuti khusus ada anggota keluarga meninggal disertakan keterangan dokter atau bukti surat kematian sebagai persyaratan pengajuan kepada perusahaan.

Maka sebaiknya perusahaan sudah menggunakan software hris seperti Sigma HRIS, agar pekerja bisa melakukan permintaan cuti dan atasan bisa melakukan persetujuan cuti bawahan dari handphone masing-masing. Dan mulailah untuk meninggalkan pencatatan serta persetujuan cuti secara manual yang memakan waktu. Ayo pakai Sigma HRIS sekarang..


Sumber :

UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories