Apakah THR yang Anda Dapatkan Sudah Benar?

22 May 2019 | Payroll | THR

Apakah THR yang Anda Dapatkan Sudah Benar? - Biasanya hari raya identik dengan THR (Tunjangan Hari Raya). Ada beberapa pertanyaan yang muncul di antara para pekerja mengenai pembayaran THR mereka. Untuk karyawan baru maka sering bertanya “apakah saya nantinya akan mendapatkan THR?”, “berapa besaran THR yang saya terima?”, “Mengapa THR yang saya terima tidak sebesar satu bulan upah?” sedangkan untuk karyawan yang mengundurkan diri ketika mendekati hari raya akan bertanya-tanya apakah akan menerima THR atau tidak.

Nah, maka tidak perlu merenung dan berkecil hati, ternyata pemerintah dalam ini yaitu Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sudah membuat “aturan main” untuk pembayaran THR. Dan telah tertuang pada Permenaker No 06 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan.

Berikut ini parameter - parameter yang berkaitan dengan pembayaran THR:

  1. THR dibayar paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan
    Tunjangan Hari Raya (THR) wajib dibayarkan kepada Pekerja/ Buruh 7 hari sebelum hari raya keagamaan masing-masing (Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, Pasal 5 Ayat 4). Tetapi yang terjadi saat ini sebagian besar Perusahaan membayarkan THR saat Hari Raya Idul Fitri ataupun pada Hari Raya Natal. Hal ini sah-sah saja selama ditentukan sesuai dengan kesepakatan Pengusaha dan Pekerja/Buruh yang dituangkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

  2. Masa kerja karyawan minimal 1 bulan
    Berdasarkan Permenaker No 6 Tahun 2016 Pasal 2 Ayat 1, yaitu “Pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunya masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih”. Yang dimaksud masa kerja pada ketentuan tersebut dihitung dari tanggal masuk karyawan hingga ke tanggal hari raya yang akan dibayarkan THRnya.

    Contohnya:
    Ada 2 karyawan baru, sebut saja Anisa dan Mawar. Anisa bergabung di PT XYZ pada tanggal 5 Mei 2019 dan Mawar pada tanggal 12 Mei 2019. Untuk menyambut hari raya yang jatuh di tanggal 5 Juni 2019 maka PT XYZ akan memberikan THR kepada seluruh karyawannya. Apakah Anisa dan Mawar menerima THR?

    Berikut penjelasannya:
    • Masa Kerja Anisa: 5 Mei 2019 - 5 Juni 2019 = 1 Bulan , maka Anisa menerima THR
    • Masa Kerja Mawar: 12 Mei 2019 - 5 Juni 2019 = 24 Hari (kurang dari 1 bulan), maka Mawar tidak menerima THR

    Namun untuk kasus di atas, perusahaan diperbolehkan jikalau membuat kebijaksanaan untuk tetap memberikan THR bagi Mawar.

  3. THR 1 bulan upah untuk karyawan yang sudah 1 tahun
    Dasar perhitungan THR adalah Upah. Definisi upah berdasarkan Permenaker No 6 Tahun 2016 Pasal 3 Ayat 2 yaitu:
    • Upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih; atau 
    • Upah pokok termasuk tunjangan tetap 

    Sedangkan untuk perhitungan nilai THR, terdapat 2 jenis perhitungan, yaitu sebesar 1 bulan upah dan proporsional. Perhitungan THR senilai 1 bulan upah, diperuntukkan untuk karyawan yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau 1 tahun secara terus menerus. Sedangkan perhitungan proporsional diperuntukkan bagi karyawan yang mempunya masa kerja 1 bulan dan kurang dari 1 tahun.

    Rumus Proporsional: Masa Kerja / 12 x 1 Bulan Upah

    Contoh: Budi merupakan karyawan PT. XYZ dimana memiliki masa kerja 1 bulan sedangkan temannya Asep sudah bekerja selama 3 tahun. Upah mereka ada Rp 3,500,000 maka berikut perhitungan THRnya.

    Budi: 1/12 x Rp 3,500,000 = Rp 291,666
    Asep: 1 x Rp 3,500,000 = Rp 3,500,000

    Selain ketentuan di atas, maka pemerintah membebaskan perusahaan untuk membuat kebijakan lain, selama nilai yang diberikan lebih baik. Dan sudah tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (PKB) terkait perhitungan nilai THRnya serta sudah disepakati antara perusahaan dan pekerjanya.

  4. Pembayaran THR untuk karyawan yang “Baru” di PHK
    Bagi karyawan yang di PHK 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan berhak atas THR jika memenuhi kriteria berikut ini:
    • Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan mengalami PHK terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan.
    • Pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh Pengusaha

    Kondisi di 
    atas tidak berlaku untuk karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ataupun karyawan yang mengundurkan diri.

    Contoh: Pada tanggal 20 Mei 2019 (16 Hari sebelum hari raya) 3 orang karywan keluar dari PT XYZ dengan kondisi dan alasan keluar yang berbeda.
    • Karyawan tetap (PKWTT) dengan masa kerja 5 tahun, di PHK 30 hari sebelum hari raya keagamaan oleh Perusahaan karena Perusahaan melakukan efisiensi. Untuk kasus ini THR akan diberikan. 
    • Karyawan kontrak (PKWT) dengan masa kerja 2 tahun, habis masa kontrak 20 hari sebelum hari raya keagamaan. Untuk kasus ini THR tidak diberikan.
    • Karyawan tetap (PKWTT) dengan masa kerja 3 tahun, mengundurkan diri dari Perusahaan 20 hari sebelum hari raya keagamaan. Untuk kasus ini THR tidak diberikan.

    Namun untuk case diatas disesuaikan kembali dengan kebijakan Perusahaan yang sudah disepakati dengan para pekerjanya. Dan untuk membantu menghitung THR karyawan secara otomatis maka diperlukan Software HRIS, yaitu Sigma HRIS untuk solusi perhitungan THR yang cepat dan tepat.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories