Apakah Karyawan Kontrak Berhak Atas Cuti Tahunan?

18 Oct 2019 | Absensi | Cuti

Dalam menjalankan suatu perusahaan, hubungan industri antara karyawan dan perusahaan sangat penting, demi terwujudnya hubungan yang kondusif antara kedua belah pihak. Baik perusahaan maupun pekerja pada dasarnya memiliki kepentingan atas kelangsungan usaha dan keberhasilan perusahaan. Pekerja dibagi atas 2 jenis jika berdasarkan dengan perjanjian kerjanya, yaitu karyawan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) atau biasa disebut karyawan tetap dan karyawan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau biasa dikenal dengan karyawan kontrak. Nah untuk kali ini kita akan bahas mengenai cuti.

Apakah hanya karyawan tetap yang berhak atas cuti? bagaimana dengan karyawan kontrak?

Seperti yang kita ketahui bersama, cuti memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya untuk karyawan melainkan juga untuk perusahaan. Salah satu manfaat cuti yaitu cuti dapat menghilangkan jenuh dan stres. Dengan adanya penggunaan cuti yang efektif maka ketika karyawan sudah masuk kerja kembali dan menjalankan aktivitas pekerjaannya maka nantinya akan memunculkan ide dan inspirasi baru bagi karyawan. Ide dan inspirasi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja yang nantinya akan berdampak pada target yang dicapai perusahaan.

Cuti tahunan merupakan hak setiap karyawan yang wajib diberikan oleh perusahaan, sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 yang berbunyi:

  1. Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh
  2. Waktu istirahat dan cuti sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1, meliputi :
    • Istirahat antara jam kerja, sekurang-kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja
    • Istirahat mingguan 1 hari untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 2 hari untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu
    • Cuti tahunan, sekurang-kurangnya 12 hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus – menerus
    • Istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 bulan bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 6 tahun secara terus menerus pada perusahaan yang sama dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 tahun
  3. Pelaksanaan waktu istirahat tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf c diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan , atau perjanjian kerja bersama.

Maka berdasarkan ketentuan tersebut di atas dengan jelas menyebutkan hak cuti yang dapat diterima karyawan adalah 12 hari dengan syarat masa kerja karyawan telah mencapai 12 bulan terus menerus. Dan tidak membedakan berdasarkan status ataupun jenis perjanjian kerjanya, maka dari itu akan disesuaikan kembali dengan kebijakan perusahaan yang sudah tertuang di dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama yang sudah disepakati kedua belah pihak antara perusahaan dan pekerja.

Untuk itu diperlukan software hris seperti Sigma HRIS yang akan membantu Anda untuk menghitung cuti karyawan, berdasarkan metode perhitungan cuti tahunan di perusahaan Anda. Dengan adanya Sigma HRIS dapat memudahkan Anda untuk melakukan permohonan cuti ataupun approval cuti cukup menggunakan jentikan jari melalui smartphone Anda. Yuk pakai Sigma HRIS sekarang

 

Sumber : UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories