Yang Mana Metode Cuti Tahunan Anda ?

11 Nov 2019 | Payroll | Perhitungan Gaji

Yang Mana Metode Cuti Tahunan Anda ? - Setiap karyawan berhak atas cuti tahunan, namun terkadang kita ragu untuk memanfaatkan cuti tersebut dengan pertimbangan banyaknya beban kerja yang nantinya akan menumpuk. Padahal cuti tahunan juga memberikan efek positif tidak hanya untuk pekerja, tapi juga untuk perusahaan. Bagi karyawan, dengan keluar sejenak dari rutinitas akan menjaga kondisi kesehatan mental yang meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Sedangkan bagi perusahaan, kondisi mental karyawan yang baik akan berpengaruh terhadap pencapaian target produksi atau target perusahaan.

Lalu yang manakah metode cuti tahunan Anda ?Yuk kita simak bersama.

Pemerintah melalui Undang Undang tentang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 mengakomodir hak karyawan yang salah satunya merupakan cuti tahunan pada Pasal 79 Ayat 2. Pasal tersebut menyebutkan bahwa karyawan berhak memperoleh cuti 12 hari. Akan tetapi pasal tersebut tidak menjelaskan secara rinci perhitungan cuti tahunan, maka hak cuti tahunan ini sifatnya wajib diberikan oleh pihak pengusaha dan pelaksanaan serta masa berlakunya dapat diatur sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan melalui perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang telah disepakati sebelumnya. Kemudian berikut ini antara lain 4 metode perhitungan cuti tahunan yang biasa dipakai perusahaan :

  1. Metode Anniversary
    Dengan menggunakan metode perhitungan ini maka karyawan akan mendapatkan cuti ketika telah 1 tahun bekerja. Maka, waktu pemunculan cuti karyawan antara satu dengan yang lainnya dapat berbeda. Hal ini terkadang menjadi suatu kesulitan bagi HRD untuk melakukan pengecekkan. Namun metode ini sesuai dengan apa yang tertulis di UU Nomor 13 pasal 79 ayat 2 yang mana menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut.Contoh perhitungannya dibawah ini:


  2. Metode Annually
    Perusahaan akan menentukan periode bulan tertentu untuk memunculkan cuti ini. Banyak perusahaan memunculkan cuti tahunannya pada bulan Januari. Maka untuk karyawan yang baru bergabung, cutinya akan dihitung secara proporsional sampai ke bulan Januari, sedangkan untuk karyawan lama maka cutinya akan muncul pada bulan Januari sebesar 12 Hari. Contohnya seperti di bawah ini:


    Jika menggunakan perhitungan dengan metode ini, maka perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan perhitungan dan pengecekkan cuti karena bersamaan muncul dan bersamaan habis masa berlakunya. Dari sisi karyawan tentulah juga diuntungkan karena per awal tahun semua karyawan memiliki jatah cuti tahunan baik karyawan baru maupun karyawan lama. Namun perlu dipertimbangkan dari juga dari sisi perusahaan jika karyawan tersebut resign sebelum genap masa kerja 1 tahun, maka perusahaan harus membayarkan sisa cuti yang belum diambil sesuai dengan Pasal 156 ayat 4.

  3. Metode Anniversary Annually
    Metode ini merupakan pencampuran antara 2 metode yang telah disebutkan sebelumnya. Bagi karyawan baru cuti akan muncul ketika sudah genap 1 tahun dan ditahun berikutnya akan muncul cuti tahunan mulai per Januari (dihitung proporsional). Metode ini relatif sering digunakan oleh perusahaan karena sesuai dengan UU Nomor 13 yang menyebutkan bahwa karyawan harus bekerja 12 bulan berturut-turut dan setelah tahun kedua perusahaan akan lebih mudah dalam hal pengecekkan serta pemunculan cutinya.Contohnya seperti di bawah ini:


  4. Metode Monthly
    Beberapa perusahaan yang menerapkan metode monthly dalam menghitung cuti bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Pada metode ini, setiap karyawan berhak mendapatkan cuti tahunan sebesar 1 hari / bulan. Untuk masa berlakunya ada yang 1 tahun terhitung dari tanggal timbulnya cuti tapi ada pula yang habis pada akhir tahun periode berjalan.Contohnya seperti di bawah ini:


    Bagi karyawan yang cutinya dihitung dengan metode ini maka tidak perlu menunggu 1 tahun untuk menggunakan hak cutinya. Sedangkan bagi perusahaan, jika ada karyawan resign yang masih memiliki sisa cuti maka perusahaan wajib menguangkan sisa cuti karyawan tersebut (berdasarkan Pasal 156 ayat 4).

Dari berbagai metode yang sudah disebutkan di atas, setiap perusahaan akan mengatur hak cuti tahunan karyawan sesuai peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang sudah disepakati. Meskipun terlihat sederhana, sering kali metode penentuan cuti di atas akan semakin kompleks dan memakan waktu jika dilakukan secara manual. Apalagi jika jumlah karyawan perusahaan semakin banyak dan perusahaan membutuhkan kombinasi beberapa cuti dengan metode perhitungan yang berbeda. Untuk hal tersebut, maka sudah saatnya perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan software hris yaitu Sigma HRIS untuk kebutuhan metode perhitungan sesuai kebutuhan.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories