Perlukah Perubahan Jam Kerja Selama Bulan Puasa ?

08 Apr 2021 | Human Resources | Umum

Perlukah Perubahan Jam Kerja Selama Bulan Puasa ? - Selama periode bulan puasa yang sebentar lagi datang, umumnya perusahaan menerapkan shift puasa. Mengapa ada shift puasa ? Karena selama menjalankan ibadah puasa terdapat tambahan aktivitas seperti makan sahur dan beribadah sholat tarawih di malam harinya. Jika dilihat dari sudut pandang UU Cipta Kerja maupun UU Ketenagakerjaan maka tidak disebutkan secara jelas apakah ada perbedaan jam kerja pada bulan puasa dengan bulan bulan biasanya ataupun hari keagamaan lainnya. Namun berdasarkan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 80 (tidak diubah pada UU Ciptakerja), yaitu :

“Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.”

Maka berdasarkan pasal di atas, perubahan jam kerja dinilai menjadi sebagai salah satu bentuk toleransi perusahaan kepada karyawannya. Misalnya yang biasanya menerapkan istirahat makan siang dari pukul 12.00 – 13.00, maka selama periode bulan puasa menjadi 12.00 – 12.30 (yang tadinya istirahat 1 jam kemudian berubah menjadi 30 menit saja). Dan tidak hanya itu, ada pula yang menerapkan jam masuk kerja menjadi lebih awal, biasanya dari 08.00 – 17.00 menjadi 07.00 – 16.00 yang mana menjadi masuk lebih awal dan pulang lebih awal dari biasanya. Berdasarkan UU Cipta Kerja Pasal 81 Angka 21 Ayat 4, yaitu :

“Pelaksanaan jam kerja bagi pekerja/buruh di perusahaan di atur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan , atau perjanjian kerja bersama”

Untuk itu jam kerja menjadi kebijakan masing-masing perusahaan sesuai dengan kesepakatan antara karyawan dan perusahaan. Jadi pastikan Anda sudah mengetahui waktu kerja selama bulan puasa ya. Dan diharapkan perusahaan juga dapat melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan karyawan karena adanya perubahan shift kerja tersebut. Dan juga dengan adanya perubahan jam kerja diharapkan tidak mengganggu produktifitas dan kinerja para karyawan selama bekerja.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya, untuk mempermudah pengaturan jam masuk kerja atau shift kerja pada saat puasa, perusahaan dapat menggunakan software HR dan software personalia seperti Sigma HRIS. Yang akan membantu mengolah perhitungan gaji karyawan termasuk komponen gaji yang berkaitan dengan kehadiran maupun shift kerja.

Sumber :

- UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

- UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories