Haruskah Karyawan Memiliki NPWP?

21 Nov 2019 | Human Resources | Umum

Haruskah Karyawan Memiliki NPWP ? - Kita pasti tidak asing dengan istilah “Warga negara yang baik adalah warga yang taat membayar pajak”, beberapa tahun belakangan ini pun Pemerintah sangat gencar mengkampanyekan perihal taat bayar pajak. Warga negara sebagai wajib pajak maka akan memiliki NPWP yaitu Nomor Pokok Wajib Pajak sebagai tanda identitas. Meski sudah dikatakan wajib, tapi ternyata pada fakta di lapangan masih ada banyak orang yang tidak memiliki NPWP. Karyawan sudah seharusnya memiliki NPWP Perseorangan, namun haruskah karyawan memiliki NPWP ? Seberapa penting NPWP bagi karyawan ? karena saat ini banyak orang yang tidak mau memiliki NPWP dengan alasan sulit membuat NPWP, malas membuat dan banyak juga yang ingin menghindari pajak. Untuk itu perlu kita ketahui manfaat serta fungsi NPWP.

Tidak hanya sebagai identitas wajib pajak saja namun tujuan NPWP adalah memudahkan urusan wajib pajak terkait dengan administrasi perpanjakan. NPWP dibagi menjadi 2 jenis yaitu NPWP Perorangan dan NPWP Badan untuk badan usaha. Kewajiban karyawan selaku pemilik NPWP adalah melaporkan penghasilan melalui Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan juga menyetorkan pajaknya sekalipun penghasilan setahunnya dibawah Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Berikut ini manfaat NPWP yang dapat dirasakan oleh karyawan yang memilikinya :

  1. Potongan Pajak Yang Lebih Rendah
    Sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan pada Pasal 21 Ayat 5 dijelaskan bahwa besaran tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang tidak memiliki NPWP lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan kepada wajib pajak yang memiliki NPWP. Sedangkan untuk PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23 kenaikan tarif untuk yang tidak memiliki NPWP berlaku 100%.
  2. Menjadi Persyaratan Administrasi
    Tidak hanya dipergunakan untuk keperluan pajak saja, namun NPWP banyak dipergunakan sebagai persyaratan administrasi diluar pajak, contohnya seperti keperluan pengajuan kredit misalnya Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit, kredit multiguna maupun kredit kepemilikan kendaraan. Dan tidak hanya itu, bahkan pembukaan rekening bank saat ini sudah menggunakan NPWP sebagai salah satu syarat dokumennya. Bahkan yang sedang ngetrend saat ini yaitu beragamnya produk investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti obligasi dan surat berharga negara, mewajibkan juga pembelinya untuk melampirkan NPWP.
  3. Mempermudah Pengecekkan Pajak & Restitusi Pajak
    Dengan adanya NPWP maka urusan perpajakan pasti akan jauh lebih mudah karena NPWP sudah menjadi syarat paling utama yang harus dimiliki wajib pajak ketika mengurus dokumen perpajakan. Seperti contohnya ketika akan mengurus restitusi pajak atau permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak, hal ini sering terjadi biasanya pada karyawan yang resign di pertengahan tahun. Maka diperlukan pengurusan kelebihan pajak tersebut dengan cara mengajukan restitusi pajak. Pengajuan restitusi pajak ini hanya berlaku untuk wajib pajak yang memiliki NPWP saja sehingga apabila belum memiliki NPWP otomatis kantor pajakpun tidak akan menerima pengajuan restitusinya.
  4. Terhindar Dari Sanksi Hukum
    Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016 pada 1 Januari 2016 mulai berlaku Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp 54.000.000. Maka apabila karyawan ataupun wajib pajak memiliki penghasilan kurang dari itu maka belum wajib memiliki NPWP. Namun apabila ternyata wajib pajak sudah memenuhi ketentuan yang telah disebutkan sebelumnya dan tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP maka akan dikenakan sanksi. Seperti sanksi yang dijelaskan dalam UU No. 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yaitu:
    1.Pidana penjara minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun
    2.Denda senilai dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.


Maka sesuai dengan pembahasan di atas, sebaiknya karyawan sudah didaftarkan atau sudah memiliki NPWP. Dan untuk memudahkan bagian payroll untuk menghitung pajak baik yang sudah memiliki NPWP ataupun karyawan yang belum memiliki NPWP, pasti akan lebih mudah apabila menggunakan software hris, yaitu Sigma HRIS. Di mana akan menghitung secara otomatis gaji karyawan dan lengkap dengan rincian perhitungan pajaknya. Tinggalkan perhitungan manual Anda yang memakan waktu dan upgrade sistem lama Anda.

  • Sumber :UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan
  • UU Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan-Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 101/PMK.010/2016





Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories