Batas Upah Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan 2020

20 Feb 2020 | BPJS | BPJS Ketenagakerjaan

Ketahuilah Batas Upah Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan 2020 - Jaminan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, ataupun meninggal dunia.

Berdasarkan ketentuan PP Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, besaran manfaat pensiun paling sedikit dan paling disesuaikan setiap tahun berdasarkan angka inflasi umum tahun sebelumnya dan setiap tahun menyesuaikan besaran upah tertinggi dengan menggunakan faktor pengali sebesar 1 (satu) ditambah tingkat pertumbuhan tahunan produk domestik bruto tahun sebelumnya. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) No. 89/11/Th.XXII, pada tanggal 5 November 2019 sehingga akan berdampak pada penyesuaian batas upah Jaminan Pensiun sebagai dasar perhitungan iuran Jaminan Pensiun. Pada tahun 2019 tercatat besaran PDB yaitu 5,17% dan pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 5,02 %, seperti gambar dibawah ini :

Maka dasar perhitungan iuran Jaminan Pensiun yang pada Maret 2019 Rp 8.512.400 menjadi Rp 8.939.700 , dengan detail perhitungan sebagai berikut :

Batas Upah Tertinggi Tahun 2019 x ( 1 + Tingkat Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019)

= 8.512.400 x (1 + 5,02 / 100)

= 8.939.722

Dibulatkan menjadi Rp 8.939.700


Dan berdasarkan pengumuman dari BPJS Ketenagakerjaan perihal di atas akan berlaku mulai Maret 2020 serta diharapkan perusahaan dapat mengikuti arahan ini. Dengan adanya perubahan seperti ini maka dengan menggunakan software payroll yaitu Sigma HRIS akan otomatis menghitung iuran Jaminan Pensiun dengan batas upah terbaru dengan mudah, cepat dan akurat.

Perlu kita ketahui pula manfaat pensiunnya juga. Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia. Berikut ini manfaat pensiunnya :

  1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)
    Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (yang memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yang setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.
  2. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)
    Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi.
  3. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
    Berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%) yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali.
  4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)
    Berupa Uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 tahun.
  5. Dapat diterima secara berkali
    Manfaat pensiun diterima secara berkala setiap bulannya dengan nilai makmisal dapat mencapai 40% dari upah.

Sumber :

  • Website Resmi BPJS Ketenagakerjaan : https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/jaminan-pensiun.html
  • Website Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) : www.bps.go.id
  • Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2015

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories