Bagaimana Cara Menghitung PPh Pasal 21 Apabila Ada Lembur ?

26 Aug 2020 | PPh 21 | Metode Perhitungan

Bagaimana Cara Menghitung PPh Pasal 21 Apabila Ada Lembur ? - Lembur masih merupakan topik yang tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Di masa pandemi seperti ini, kita dituntut untuk bekerja efektif, efisien, dan yang paling penting juga adalah untuk selalu menjaga imunitas tubuh. Kegiatan lemburpun saat ini masih dilakukan perusahaan apabila dirasa perlu seperti untuk memenuhi target produksi ataupun peningkatan produksi karena tingginya permintaan. Dan masih banyak sekali para karyawan yang bertanya, bagaimana cara menghitung pajak penghasilannya apabila di periode tertentu mendapatkan uang lembur.

Sebelumnya kita perlu tahu, penghasilan yang kita dapatkan setiap bulan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pendapatan teratur dan pendapatan tidak teratur. Berdasarkan PER Nomor PER-16/PJ/2016, penghasilan berupa uang lembur termasuk dalam pengertian penghasilan yang diterima secara teratur. Mengenai perhitungan upah lembur itu sendiri bisa dicek disini.

Dan contoh perhitungan pajak apabila ada lembur diperiode berjalan seperti dibawah ini :

Pak Agustinus merupakan seorang karyawan di PT. XYZ sudah menikah dan saat ini belum memiliki anak. Beliau mendapatkan Gaji dan Tunjangan senilai Rp 8.500.000 setiap bulannya dan di bulan Juli mendapatkan uang lembur sebesar Rp 2.000.000. Serta setiap bulannya melakukan pembayaran iuran pensiun sebesar Rp 50.000. Untuk pajak penghasilan ditanggung oleh Pak Agustinus setiap bulannya, maka perhitungan PPh21 sbb :


Nah berdasarkan contoh di atas, seharusnya sudah jelas ya. Pastikan Anda mengetahui dengan detail komponen penghasilan yang Anda terima setiap bulannya. Perusahaan dapat menggunakan software HRIS seperti Sigma HRIS, yang dapat menghitung secara otomatis seluruh komponen penghasilan yang didapatkan penghasilan dan sesuai dengan aturan pemerintah serta dapat disesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan perusahaan. Slip gaji online juga merupakan salah satu fitur Software Personalia dari Sigma HRIS yang akan membantu karyawan tidak hanya detail komponen gaji tapi juga perhitungan pajaknya lho. Maka tidak perlu lagi menanyakan pada HRD & Payroll bagaimana cara menghitung pajak lagi bukan ? ayo hubungi kami sekarang.

Sumber :

Peraturan Nomor PER-16/PJ/2016 Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan Orang Pribadi.

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories