Apakah Karyawan Pensiun Berhak Mendapatkan Pesangon ?

24 Oct 2019 | Human Resources | Karyawan

Apakah Karyawan Pensiun Berhak Mendapatkan Pesangon ? - Masih ingatkah Anda bahwa kita sudah pernah membahas tentang aturan batas usia pensiun di Indonesia ? Artikelnya bisa Anda cek disini. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa usia produktif merupakan usia dengan rentang usia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun. Dan berdasarkan aturan batas usia pensiun di Jakarta yaitu sampai dengan 56 tahun. Namun bukan berarti memasuki usia pensiun dan tidak lagi produktif, banyak sekali karyawan yang sudah pensiun kemudian masih bekerja dan kebanyakan menjadi staf ahli di perusahaannya. Bahkan ada pula yang membuka usaha sendiri. Kemudian muncul pertanyaan, apakah karyawan yang pensiun berhak mendapatkan uang pesangon dari perusahaannya ?

Peraturan & Persyaratan Pesangon Untuk Karyawan Pensiun

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 167 , saat mencapai usia pensiun, karyawan berhak mendapatkan uang pesangon, uang pensiun dan juga uang penghargaan masa kerja. Tapi sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu persyaratannya :

  1. Apabila karyawan sudah didaftarkan ke program pensiun dan iuran bulanan dibayar sepenuhnya oleh perusahaan, maka :
    - Karyawan tidak mendapatkan Uang Pesangon (UP)
    - Karyawan tidak mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
    - Karyawan tetap mendapatkan Uang Penggantian Hak (UPH) Namun apabila uang pensiun dari pencairan program pensiun lebih kecil dari (2x UP + 1x UPMK + UPH) maka selisihnya dibayarkan oleh Perusahaan.
  2. Apabila karyawan sudah didaftarkan ke program pensiun namun iuran bulanannya dibayarkan oleh perusahaan dan karyawan, maka :
    - Karyawan mendapatkan Uang Pesangon dari selisih Uang Pensiun
  3. Apabila karyawan tidak didaftarkan ke program pensiun, maka :
    - Karyawan mendapatkan 2x Uang Pesangon
    - Karyawan mendapatkan 1x Uang Penghargaan Masa Kerja
    - Karyawan mendapatkan Uang Pergantian Hak

Dengan dibayarkannya hak atas manfaat pensiun diatas, maka tidak menghilangkan hak karyawan atas jaminan hari tua yang bersifat wajib sesuai peraturan yang berlaku, seperti yang sudah dibahas disini. Untuk itu beberapa tahun terakhir ini juga sudah diwajibkannya program jaminan pensiun oleh pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan. Namun apabila perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama yang telah disepakati sebelumnya memiliki nilai yang lebih baik dari peraturan diatas, maka disesuaikan kembali dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Maka dari itu sebaiknya bagian HRD & Payroll menggunakan software HRIS yaitu Sigma HRIS, untuk memudahkan menghitung komponen gaji karyawan termasuk jaminan pensiun dan jaminan hari tua. Beranjaklah dari perhitungan manual ke perhitungan otomatis melalui sistem sehingga akan mempermudah pekerjaan HRD & Payroll, lebih cepat dan akurat.

Sumber :
- UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
- Website Badan Pusat Statistik (https://www.bps.go.id/)

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories