4 Program BPJS Ketenagakerjaan Yang Wajib Diketahui

10 Sep 2019 | BPJS | BPJS Ketenagakerjaan


4 Program BPJS Ketenagakerjaan Yang Wajib Diketahui - Sebagai pekerja di Indonesia, pasti kita tidak asing dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dan seperti yang kita ketahui bersama per tanggal 1 Januari 2014 Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan dan tetap dipercaya untuk menyelenggarakan program sosial tenaga kerja yang termasuk didalamnya adalah Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan penambahan Jaminan Pensiun (JP) pada 1 Juli 2015 lalu. Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional Pasal 17 Ayat 2 disebutkan bahwa setiap pemberi kerja wajib memungut iuran dari pekerjanya. Maka kita semua sebagai warga negara yang baik dihimbau untuk mengikuti program yang telah dilaksanakan itu.

Maka berikut ini 4 program BPJS Ketenagakerjaan yang wajib kita ketahui :

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)
    Untuk program JHT, iuran yang perlu dibayarkan perusahaan adalah sebesar 3,7% dari gaji dan yang perlu dibayarkan oleh karyawan adalah sebesar 2% dari gaji. Manfaat JHT yaitu berupa uang tunai yang besarnya dari nilai akumulasi iuran ditambah dengan hasil dari pengembangannya yang dibayarkan secara sekaligus apabila peserta mencapai usia pensiun (56 tahun) atau meninggal dunia ataupun mengalami cacat total tetap. Manfaat JHT juga dapat diambil pada saat kepersertaan mencapai 10 tahun sebesar 10% untuk persiapan hari tua atau 30% untuk pembiayaan perumahan. Dan apabila Anda ingin mencairkan manfaat JHT juga dapat dicek disini.
  2. Jaminan Kematian (JKM)
    Untuk program JKM, iuran dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan yaitu sebesar 0,3% dari gaji. Manfaat JKM yaitu pemberian santunan untuk ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. Jumlah santunan yang diberikan adalah sebesar Rp 24.000.000 yang terdiri dari santunan kematian sebesar Rp 16.200.000, biaya pemakaman sebesar Rp 3.000.000 dan santunan berkala sebesar Rp 4.800.000 yang dibayar sekaligus. Selain itu diberikan pula Rp 12.000.000 sebagai beasiswa Pendidikan anak dengan syarat peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja telah memiliki masa iuran minimal 5 tahun.
  3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
    Untuk program JKK, iuran dibayar sepenuhnya juga oleh perusahaan yaitu sebesar 0,24% sampai dengan 1,74% dari gaji dan persentasenya disesuaikan dengan jenis kelompok usaha. Manfaat JKK yaitu pelayanan kesehatan, santunan berupa uang, program kembali bekerja berupa pendampingan mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai dengan peserta tersebut dapat bekerja kembali.
  4. Jaminan Pensiun (JP)
    Untuk program JP, iuran yang perlu dibayarkan perusahaan adalah sebesar 2% dari gaji dan yang perlu dibayarkan oleh karyawan adalah sebesar 1% dari gaji. Manfaat JP yaitu berupa sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun (56 tahun), mengalami cacat total tetap atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia. JP dipersiapkan bagi pekerja untuk tetap mendapatkan penghasilan bulanan saat memasuki usia yang tidak produktif lagi.


Dikarenakan cukup banyaknya program BPJS Ketenagakerjaan, maka sebaiknya Anda menggunakan software hris yaitu Sigma HRIS untuk mendapatkan hasil yang cepat, tepat dan akurat. Secara otomatis Sigma HRIS dapat menghitung seluruh komponen BPJS Ketenagakerjaan karyawan. Tinggalkanlah perhitungan manual yang memakan waktu, pakailah Sigma HRIS sekarang.

Sumber:

  • UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
  • https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories