Maksimal Perpanjangan Kontrak Sesuai Undang Undang

10 Jul 2019 | Human Resources | Umum

Maksimal Perpanjangan Kontrak Sesuai Undang Undang - Dalam hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha, dikenal ada 2 jenis perjanjian kerja yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Sampai saat ini masih selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan yaitu seputar kontrak karyawan PKWT. Karena sampai saat ini masih ada saja “oknum” perusahaan yang nakal dan memanfaatkan ketidaktahuan pekerja yang masih tidak akrab dengan Undang - Undang Ketenagakerjaan.

Pemerintah sudah mengatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 59 Ayat 1 yaitu untuk PKWT hanya dapat dibuat menurut jenis dan sifat serta kegiatan pekerjaan tertentu, yaitu:

  1. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya
  2. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama adalah 3 tahun
  3. Pekerjaan yang bersifat musiman
  4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan

Lalu sudah diatur juga mengenai perpanjangan perjanjian kerja waktu tertentu, yaitu untuk jangka waktunya paling lama 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 kali dan untuk perpanjangan tersebut juga berjangka waktu paling lama 1 tahun. Dan wajib adanya pemberitahuan kepada pekerja terkait yaitu 7 hari sebelum kontrak berakhir.

Sedangkan untuk pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu maka diwajibkan adanya masa jeda 30 hari setelah berakhirnya masa kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu yang lama. Dan hanya boleh dilakukan 1 kali dengan jangka waktu kontrak paling lama 2 tahun.

Perjanjian kerja waktu tertentu wajib dibuat secara tertulis serta harus menggunakan huruf latin yang berbahasa Indonesia. Jikalau perjanjian kerja dibuat dalam 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa asing dan apabila kedepannya terdapat perbedaan penafsiran antara keduanya, maka yang akan berlaku adalah perjanjian kerja yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Sebaiknya antara kedua belah pihak yaitu pekerja dan pengusaha dapat mengakomodir perjanjian sesuai dengan peraturan karena berdampak pada kepentingan bersama.

Dengan adanya penjelasan di atas, berdasarkan Undang Undang terutama tertulis dalam UU No.13 tahun 2003 Pasal 59, sudah dijelaskan bahwa maksimal perpanjangan kontrak adalah 1 kali dengan jangka waktu paling lama 1 tahun dan apabila dilakukan pembaruan kontrak maka dapat dilakukan maksimal 1 kali dengan jangka waktu paling lama 2 tahun. Untuk itu diperlukan software hris, yaitu Sigma HRIS dengan menggunakan fitur reminder maka akan mengingatkan HRD & Payroll untuk melakukan review kontrak karyawan, apakah akan dilakukan perpanjangan kontrak ataupun pembaruan. Dengan Sigma HRIS kalkulasi perhitungan gaji karyawan akan menjadi lebih mudah dan cepat karena dilakukan secara otomatis. Ayo pakai Sigma HRIS sekarang!

Sumber: Undang Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories