Apakah Tunjangan Tidak Tetap Menjadi Dasar Perhitungan THR ?

05 Jun 2019 | Payroll | THR

Semakin dekatnya hari lebaran, tentu hal yang dinanti-nanti para pekerja adalah saat pembagian THR (Tunjangan Hari Raya). Banyak sekali perbincangan yang bisa dibahas seputar THR ini. Salah satunya adalah komponen yang menjadi dasar perhitungan THR. Kemudian salah yang menjadi pertanyaan adalah, apakah tunjangan tidak tetap bisa menjadi dasar perhitungan THR ?

Dalam komponen penggajian pada tiap bulannya sering kali dibedakan menjadi beberapa komponen, di antaranya gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap ataupun adanya komponen potongan. Kemudian ada kalanya ketika pembagian THR karyawan mempertanyakan, mengapa THR lebih kecil dari THP (Take Home Pay) 1 bulan ? Nah Anda perlu tahu dahulu, THP Anda terdiri atas komponen apa saja. Berdasarkan dengan Permenaker No 06 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan, disebutkan bahwa THR dibayarkan sesuai dengan dasar Upah 1 bulan. Yang mana disebutkan pula pada Pasal 3 Ayat 2 yaitu :

                “Upah 1 bulan yang dimaksud pada ayat(1) terdiri atas komponen upah :

  1. Upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages) atau
  2. Upah pokok termasuk tunjangan tetap “

Maka dengan pasal di atas sudah diinfokan upah yang dimaksudkan. Sedangkan dalam THP karyawan berisi tidak hanya gaji pokok dan tunjangan tetap tetapi ada pula tunjangan tidak tetap yang sifatnya menambah penghasilan. Misalnya seperti tunjangan makan dan tunjangan transpor yang merupakan tunjangan tidak tetap yang biasanya diberikan perusahaan kepada karyawannya berdasarkan kehadiran. Dan sudah jelas pula bahwa pada pasal di atas dijelaskan bahwa tunjangan tidak tetap bukanlah merupakan dasar dari perhitungan THR. Namun jangan berkecil hati, dikarenakan pemerintah membebaskan perusahaan jika memang dapat memberikan yang lebih baik serta disesuaikan dengan kebijakan yang sudah disepakati yang biasanya tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama ataupun Peraturan Perusahaan.

Dan pemerintah juga menghimbau bahwa THR juga harus dibayarkan paling lambat H-7 sebelum hari raya. Apabila terlambat melakukan pembayaran maka dapat dikenakan sanksi. Dikarenakan THR yang didapatkan oleh para karyawan akan digunakan untuk persiapan untuk memperingati hari raya. Pastikan Anda sudah menggunakan software hris yaitu Sigma HRIS untuk mendukung proses perhitungan kalkulasi seluruh karyawan dengan otomatis, cepat, tepat dan pastinya lebih efisien.

 

Sumber : Permenaker No. 06 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan

 

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories