Perbedaan Tunjangan Tetap Dan Tunjangan Tidak Tetap

07 May 2021 | Payroll | Perhitungan Gaji

Perbedaan Tunjangan Tetap Dan Tunjangan Tidak Tetap -  Dalam pengupahan kita tidak asing dengan istilah tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, hal tersebut sudah digaungkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Pasal 5, upah terdiri atas komponen :

  1. Upah tanpa tunjangan
  2. Upah pokok dan tunjangan tetap
  3. Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap

Apabila menggunakan skema upah pokok dan tunjangan tetap maka besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Ketentuan tersebut berlaku pula untuk komponen upah yang terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Upah tersebut biasanya nantinya akan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan peratusan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama yang disepakati antara perusahaan dan juga pekerja. Kebijakan pengupahan yang telah disepakati diharapkan mampu untuk memenuhi penghidupan yang layak bagi para pekerja tentunya.


Perbedaan Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990, tunjangan tetap merupakan suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama, dengan pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Istri, Tunjangan Anak, Tunjangan Perumahan, Tunjangan Kemahalan, Tunjangan Daerah dan lain-lain.

Sedangkan untuk Tunjangan Tidak Tetap Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990, merupakan suatu pembayaran secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja, yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Transport yang didasarkan pada kehadiran, ataupun tunjangan makan yang dapat dikategorikan kedalam tunjangan tidak tetap apabila tunjangan tersebut diberikan atas dasar kehadiran. Atau contoh lainnya seperti insentif kehadiran, uang makan lembur dan uang transport lembur.

Tentu saja menghitung tunjangan baik tunjangan tetap maupun tidak tetap akan jauh lebih mudah bila menggunakan software hris seperti Sigma HRIS. Software Payroll mampu menghitung berbagai formulasi perhitungan tunjangan tetap dan juga tunjangan tidak tetap karyawan sehingga jauh lebih efisien daripada menggunakan metode perhitungan konvensional.

Sumber :

  • PER-16/PJ/2016 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi
  • Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan
  • Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990 Tentang Pengelompokkan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah


Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories