Peraturan Cuti Menikah Menurut Undang Undang

23 Oct 2019 | Absensi | Cuti

Peraturan Cuti Menikah Menurut Undang Undang - Diakhir pekan kita sering kali disibukkan dengan menghadiri banyaknya acara pernikahan, entah itu keluarga, teman masa kecil atau rekan kerja di kantor. Untuk profesinya pun bisa saja pengusaha ataupun karyawan. Setelah melangsungkan pernikahan, maka umumnya mempelai akan melakukan permintaan cuti bagi yang berprofesi sebagai karyawan perusahaan, yaitu cuti menikah.

Nah bagaimana sih peraturan cuti menikah menurut Undang Undang ? Mari kita simak bersama.

Peraturan Cuti Menikah

Apabila akan melangsungkan pernikahan, umumnya merencanakan liburan bulan madu, maka penting sekali bagi karyawan untuk mengajukan cuti menikah jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga ketidakhadiran karyawan tidak dianggap sebagai absen atau alpa. Nah seperti yang sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya dan bisa di cek disini , cuti menikah merupakan bagian dari hak karyawan yang telah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayat 4. Dimana pasal tersebut menyebutkan bahwa cuti menikah masuk kedalam kategori cuti penting, sehingga perusahaan harus tetap membayarkan upahnya saat karyawan tidak masuk dengan alasan menikah selama 3 hari. Apabila cuti menikah lebih dari 3 hari maka menyesuaikan kembali dengan peraturan yang disepakati antara karyawan dan pengusaha yang tertuang dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama.

Kemudian kadang muncul pertanyaan lain, apakah cuti menikah memotong cuti tahunan ?

Nah seperti yang sudah dibahas di atas, cuti menikah merupakan cuti dengan kategori cuti penting atau khusus dan bukan cuti tahunan. Maka dari itu, cuti menikah tidak memotong cuti tahunan. Namun apabila cuti menikah lebih dari 3 hari maka nantinya disesuaikan kembali dengan kebijakan di masing-masing perusahaan. Misalnya mengajukan cuti menikah selama 7 hari, maka 3 hari adalah cuti penting atau cuti khusus dan sisa 4 harinya akan diambil dari cuti tahunan karyawan yang masih tersisa. Untuk itu penting bagi karyawan mengetahui berapa jumlah cutinya.

Prosedur Cuti Menikah

  • Menggunakan Employee Self Service (ESS)
    Pengajuan cuti menikah pada masing-masing perusahaan pasti berbeda-beda. Di era teknologi 4.0 saat ini maka pengajuan cuti tidak hanya cuti menikah tapi digunakan untuk seluruh pengajuan cuti sudah menggunakan software HRIS yaitu Sigma HRIS Employee Self Service (ESS) dimana salah satu fiturnya digunakan untuk permintaan cuti dari karyawan dan nantinya akan dicek dan disetujui oleh atasan dan hrd tentunya.
  • Menggunakan Surat / Formulir Pengajuan Cuti
    Saat ini masih banyak perusahaan yang menggunakan manual berupa formulir permintaan tertulis kepada atasan dan hrd. Dalam surat atau formulir tersebut nantinya berisi keterangan permohonan pengambilan cuti karyawan dengan alasan menikah.


Biasanya prosedur pengajukan permintaan cuti menikah minimal 1 bulan sebelum acara pernikahan atau disesuaikan dengan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama yang sudah disepakati sebelumnya. Dengan demikian, maka atasan dapat menentukan pengalihan pekerjaan sementara kepada karyawan yang lain dan tidak mengganggu target produksi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Sumber : UU Nomor 13 Tahun 2003

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories