Employee Self Service Mengelola Cuti Secara Online

01 Oct 2020 | HRIS Software | Human Resources

Employee Self Service Mengelola Cuti Secara Online - Cuti merupakan salah satu hak karyawan yang tentu saja diatur dalam Undang Undang. Umumnya karyawan yang akan mengajukan perlu terlebih dahulu mengisi formulir pengajuan cuti kepada HRD kemudian menunggu mendapatkan persetujuan HRD dan juga atasan. Namun pada era teknologi seperti itu perlahan prosedur konvensional tersebut akan mulai ditinggalkan, karena dirasa tidak efektif dan berbelit-belit. Apalagi ternyata karyawan membutuhkan cuti yang mendadak, maka saat ini sudah ada software HRIS yang dapat membantu Anda seperti Sigma HRIS.

Berikut ini jenis-jenis cuti yang perlu Anda ketahui :

1.Cuti Tahunan

Sesuai dengan UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 Ayat 2c, perusahaan wajib memberikan cuti tahunan. Cuti tahunan yang diberikan sebanyak 12 hari bagi pekerja yang sudah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Namun bagi Anda yang masih menjadi karyawan baru atau belum memiliki masa kerja 12 bulan, maka coba lakukan pengecekkan terhadap perjanjian kerja Anda. Karena cuti tahunan ini juga disesuaikan dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja yang biasanya tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama. Pastikan juga Anda mengetahui batas waktu berakhirnya cuti tahunan Anda ya.

2.Cuti Sakit

Apabila pekerja mengalami sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya maka perusahaan wajib memberikan cuti sakit, seperti yang tertuang dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayar 2a. Namun, pada umumnya perusahaan akan meminta surat dokter sebagai persyaratan cuti sakit tersebut. Dan bagi pekerja perempuan juga berhak mendapatkan cuti haid apabila sudah tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan ataupun perjanjian kerja bersama yang sudah disepakati sebelumnya. Coba cek lagi peraturan perusahaan Anda ya.

3.Cuti Besar

Cuti besar atau biasa dikenal dengan cuti istirahat panjang dan berdasarkan masa kerja tertentu. Umumnya cuti ini berlaku untuk pekerja yang sudah mencapai masa kerja 7 tahun dan 8 tahun kemudian kelipatan masa kerja 6 tahun berikutnya. Cuti besar ini biasa diberikan sebanyak 2 bulan pada tahun ke tujuh dan 1 bulan untuk tahun ke 8. Seperti yang sudah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2013 Pasal 79 Ayat 2d dan untuk detail perhitungan cuti besar, Anda bisa cek disini.

4.Cuti Bersama

Cuti bersama sering ditemui menjelang hari raya idul fitri, hari raya natal maupun hari besar keagamaan lain setiap tahunnya. Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang dilakukan bersama-sama. Pekerja yang melaksanakan cuti bersama sesuai dengan SKB Menteri maka hak cuti bersamanya akan mengurangi hak cuti tahunan pekerja tersebut. Oleh karena itu cuti bersama bersifat pilihan/fakultatif sehingga pelaksaannya diatur sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja dan biasanya disesuaikan juga dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan (Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE 302/MEN/SJ-HK/XII/2010 Tahun 2010).

5.Cuti Melahirkan

Cuti Melahirkan merupakan salah satu hak yang didapatkan oleh pekerja perempuan. Undang Undang sudah mengatur ketentuan tentang cuti melahirkan pada UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 82 Tentang Ketenagakerjaan. Yang mana disebutkan bahwa pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan sesuai dengan berhitungan menurut dokter kandungan atau bidan. Dan jika pekerja perempuan ada yang mengalami keguguran maka dia berhak memperoleh istirahat selama 1,5 bulan atau disesuaikan dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

6.Cuti Khusus

Cuti khusus merupakan jenis cuti yang dibahas juga dalam pada UU No. 13 Tahun 2003 yaitu pasal 93 Ayat 4. Dimana disebutkan dengan detail cuti – cuti khusus dibawah ini :

a.Pekerja menikah : 3 hari

b.Menikahkan anak : 2 hari

c.Mengkhitankan anak : 2 hari

d.Membaptiskan anak : 2 hari

e.Istri melahirkan atau keguguran : 2 hari

f.Suami/isteri, orang tua/mertua, atau anak/menantu meninggal dunia : 2 hari

g.Anggota keluarga dalam 1 rumah meninggal dunia : 1 hari

Pentingnya penggunaan ESS

Nah berdasarkan jenis-jenis cuti diatas, tentu saja penting menggunakan software HR dan software hris indonesia, seperti penggunaan Sigma HRIS ESS (Employee Self Service) yang akan membuat proses pengajuan cuti menjadi lebih mudah, cepat dan efektif. HRD dapat dengan mudah melakukan pengecekkan pengecekkan dokumen. Nantinya tidak ada lagi antrian dalam ruangan HRD dan banyaknya tumpukan kertas dokumen pengajuan cuti. Karyawan pun dapat mengajukan cuti dimana saja bahkan bisa lewat handphonenya masing-masing. Cukup dengan lakukan pengajuan cuti secara online. Sistem approval cuti juga dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Pihak atasan karyawan atau management dapat juga dipermudah dalam melakukan pengecekkan terkait kehadiran karyawannya tanpa perlu menanyakan ke bagian HRD terlebih dahulu.

Sumber :

UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE 302/MEN/SJ-HK/XII/2010

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories