Cara Menghitung Pajak Pesangon

14 Nov 2019 | Payroll | Perhitungan Gaji

Cara Menghitung Pajak Pesangon - Saat ini teknologi informasi menjadi signifikan bagi para pekerja maupun para buruh. Namun sayangnya, dengan perkembangan teknologi yang kian pesat maka tidak menutup kemungkinan jika perusahaan banyak melakukan efisiensi. Efisiensi tersebut tidak hanya dilakukan dari sisi operasional tapi juga efisiensi sumber daya manusia, yang mana dapat memungkinkan terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Pada dasarnya, PHK merupakan keputusan terakhir yang harus diambil demi kelangsungan hidup operasional perusahaan. Keputusan PHK merupakan keputusan final yang seharusnya telah dipikirkan secara matang dengan persiapan tertentu, termasuk dengan kewajiban pembayaran pesangon kepada karyawan. Ketentuan pembayaran pesangon untuk karyawan PHK telah diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 156. Yang mana disebutkan bahwa Uang pesangon merupakan uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada karyawan sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja, termasuk juga uang penghargaan masa kerja dan uang pergantian hak (contohnya, sisa cuti tahunan yang belum diambil).

Lalu muncul pertanyaan, Bagaimana cara menghitung pajak pesangon karyawan ?

Dalam perhitungan pajak atas uang pesangon, pemerintah telah membuat aturan yang jelas melalui PMK No 16 Tahun 2010, seperti dibawah ini:

Contoh karyawan A mendapat pesangon dari perusahaannya sebesar Rp. 200.000.000, maka pajak yang ditanggung adalah Rp. 17.500.000 dengan detail perhitungan dibawah ini:

Perhitungan pesangon dan pajaknya haruslah dihitung dengan teliti dan akurat agar sesuai dengan Undang Undang dan sesuai dengan kebijakan yang sudah tertuang didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ataupun Peraturan Perusahaan (PP) yang sudah disepakati antara perusahaan dan juga karyawan. Untuk itu sangat dibutuhkan software HRIS yaitu Sigma HRIS yang akan membantu Anda menghitung pesangon beserta pajaknya secara otomatis. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menghitung gaji karyawan, PPh21, ataupun pesangon. Yuk tunggu apa lagi!

Sumber :

UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sigma HRIS

All-In-One HRIS Solution

Follow Us

Semua berita terbaru akan kami update pada halaman Facebook & LinkedIn.

 

Recent Post

Popular Post

Categories